Rp. Dana Hibah Ponpes 117 Miliar Terganggu, Gubernur Banten: Kok salah ya

SERANG, KOMPAS.com – Gubernur Banten Wahidin Halim merasa kesal dengan pelaku yang diduga memotong dana bantuan untuk pengembangan pesantren.

Seperti diketahui, Kejaksaan Tinggi Banten telah menetapkan satu tersangka, yakni ES (36) dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan pesantren tahun 2020 senilai Rp. 117 miliar.

“Secara moral bagaimana bisa uang (untuk) Pak Kiai atas prakarsa Gubernur dan sebagai bentuk apresiasi Gubernur kepada kiai dipotong seenaknya. Itu bukan amanah, itu perbuatan salah, saya tidak terima. , “kata Wahidin Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Kejaksaan Agung Geledah Gudang Biro Kesejahteraan Rakyat Banten Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes

Wahidin mendukung upaya Kejaksaan Banten mengusut tuntas, agar kasus korupsi dana hibah Ponpes bisa terungkap.

Menurut Wahidin, Banten di bawah kepemimpinannya sangat berkomitmen dalam pemberantasan korupsi di negeri jawara.

“Kita dukung langkah Kejaksaan Agung, agar semuanya jelas, semuanya transparan. Jangan sampai semua orang mengulangi perbuatan itu, dan ini untuk memberantas korupsi. Kita cegah, kita lawan, kita pemberantasan korupsi di Banten, itu komitmen saya. , “Kata Wahidin.

Baca juga: Ada 16 Titik Kungkungan Untuk Mudik di Banten, Ini Lokasinya

Wahidin mengaku tidak terima dan merasa sakit hati dengan tindakan tersangka ES tersebut.

Menurut Wahidin, perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum tetapi juga tidak bermoral.

“Kita bisa cari siapa saja yang terlibat sehingga bisa dihukum. Karena bukan nilai besar atau kecil, melainkan nafsu yang tidak punya hati nurani, tidak punya hati,” kata Wahidin.

Source