Roundup: Indonesia memberlakukan pembatasan yang lebih ketat untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 setelah liburan akhir tahun – Xinhua

oleh Hayati Nufus

JAKARTA, 20 Desember (Xinhua) – Indonesia telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat dari 18 Desember hingga 8 Januari 2021 untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 setelah Natal dan musim liburan akhir tahun, kata para pejabat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan jumlah kasus harian dan kematian meningkat setelah libur panjang akhir Oktober tahun ini, khususnya di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali. dan Kalimantan Selatan.

“Sebelumnya, tren kasus di daerah-daerah ini sudah menurun,” kata Pandjaitan, Wakil Ketua Komite Nasional Penanggulangan dan Pemulihan Ekonomi COVID-19, dalam pertemuan dengan para menteri dan kepala daerah, Senin.

Setiap tahun di Indonesia, ada eksodus orang-orang yang bekerja di kota besar kembali ke desa atau kota asalnya untuk kumpul keluarga atau sekedar jalan-jalan saat natal dan liburan akhir tahun.

Kali ini, untuk menghadapi eksodus saat pandemi COVID-19, pemerintah telah melarang perayaan dan pertemuan lebih dari lima orang di area publik, dan terbatasnya jam kegiatan pelayanan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria juga menegaskan tidak akan ada perayaan akhir tahun di ibu kota tahun ini.

Pemprov DKI juga telah membatasi jam operasional perkantoran, mal, kafe, restoran, tempat menarik dan tempat wisata hingga pukul 19.00 WIB dengan kapasitas masing-masing maksimal 50 persen.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, “Kami ingin mereka tetap di rumah.”

Pemerintah pusat juga mewajibkan orang yang bepergian ke Jakarta dan Provinsi Yogyakarta selama periode tersebut untuk menunjukkan hasil tes cepat antigen negatif.

Bali yang mewajibkan masyarakat hanya menunjukkan hasil rapid test, kini mewajibkan mereka membawa hasil swab test negatif.

Sementara itu, Kota Tangerang Selatan di Provinsi Banten tidak memerlukan hasil tes antigen atau usap yang cepat, namun mendorong masyarakat di kota tersebut untuk memperkuat batasan sosial skala mikro, kata Wali Kota Airin Rachmi Diany.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga melarang arisan dan membatasi jam operasional mal dan restoran hingga pukul 19.00 seperti yang dilakukan di Provinsi Lampung, Jawa Barat, dan Sulawesi Utara.

Juru bicara Satgas COVID-19 Nasional Wiku Adisasmito mengatakan peningkatan kasus COVID-19 tidak hanya terjadi pada long weekend Oktober lalu, tetapi juga terjadi setelah libur Idul Fitri (perayaan pasca puasa Islam) pada bulan Mei dan Hari Kemerdekaan. liburan di bulan Agustus tahun ini.

Lonjakan kasus tersebut dapat memicu dampak selanjutnya seperti rumah sakit yang penuh dan beban tenaga medis meningkat, kata Adisasmito.

Sementara itu, tingkat hunian ruang isolasi dan unit perawatan intensif di rumah sakit di beberapa wilayah sudah melebihi 70 persen akibat melonjaknya jumlah kasus COVID-19 harian.

Adisasmito mencatat rata-rata kasus aktif pada Desember tercatat 14,39 persen dari total kasus COVID-19, naik dari bulan lalu 13,78 persen.

Hingga Sabtu, Indonesia mencatat total 657.948 kasus, tertinggi di Asia Tenggara, dengan 536.260 pasien sembuh dan 19.659 orang meninggal.

Untuk mencapai kekebalan kawanan dan mengakhiri pandemi, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan memberikan vaksin COVID-19 kepada masyarakat secara gratis.

“Jadi tidak ada lagi alasan masyarakat tidak mendapat vaksin,” kata Widodo, Kamis.

Presiden juga menegaskan akan menjadi orang pertama yang divaksinasi di Indonesia untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin itu aman. Enditem

Source