Roket NASA Boeing belum mencapai targetnya

Memuat …

NEW YORK NASA melakukan uji coba roket eksplorasi Boeing. Saat pengujian, keempat mesin inti roket dihidupkan untuk pertama kali Sabtu (16/1/2021), namun durasinya tidak sepanjang yang diharapkan.

Di fasilitas uji coba di Stennis Space Center NASA di Mississippi, mesin inti Space Launch System (SLS) dinyalakan pada 16:27 waktu setempat selama lebih dari satu menit. Padahal target yang diharapkan insinyur adalah empat menit, sehingga roket bisa diluncurkan pada November.

Uji mesin adalah tahap terakhir dari kampanye uji “Green Run” oleh NASA yang telah berlangsung selama setahun. Itu adalah langkah penting bagi NASA dan Boeing, yang merancang SLS, sebelum memulai peluncuran roket tak berawak akhir tahun ini di bawah program Artemis NASA. Program tersebut merupakan administrasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengembalikan astronot AS ke bulan pada tahun 2024.

Tidak jelas apakah Boeing dan NASA harus mengulangi percobaan itu. Jika itu terjadi, debut peluncuran roket bisa ditunda hingga 2022.

Reuters melaporkan pada bulan Oktober bahwa penasihat luar angkasa Presiden terpilih Joe Biden bertujuan untuk menunda target 2024 yang diusulkan Trump. Hal ini menimbulkan tanda tanya tentang nasib jangka panjang SLS, apalagi Space X dan Blue Origin juga mulai meramaikan persaingan roket berkapasitas besar.

Diluncurkan dari halaman resminya, eksperimen bersejarah ini akan merekam suara saat memasuki dan mendarat di Mars. Namun, para ilmuwan memprediksi suara yang dihasilkan tidak akan sama dengan di Bumi. Ini karena perbedaan suara disebabkan oleh suhu, kepadatan, dan komposisi atmosfer di Planet Merah.

(wbs)

Source