Rizieq Shihab Bertanya kepada Saksi: Misa Megamendung Sambut Saya Dengan Benci atau Cinta? Semua halaman

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur melanjutkan persidangan kasus keramaian yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat dan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor dengan terdakwa Rizieq Shihab hari ini, Senin (19/4/2021).

Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi dari penuntut umum (JPU).

Dalam persidangan, Rizieq bertanya kepada para saksi tentang massa simpatisan yang berkumpul pada acara di Megamendung pada 13 November 2020. Acara dihadiri sekitar 3000 orang.

“Orang-orang datang, Anda menelepon ribuan orang sebelumnya, apakah mereka datang untuk berdemonstrasi untuk saya atau untuk menyambut saya?” Rizieq bertanya kepada para saksi.

Baca juga: Camat Megamendung: Rizieq Shihab Penanggung Jawab Massa di Ponpes

“Selamat datang,” jawab salah satu saksi, Teguh Sugiarto, Kepala Satuan Pengawasan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Bogor.

Rizieq kemudian membenarkan lagi kepada para saksi.

“Sambut masyarakat, apa yang kalian lihat, mereka menyapa dengan penuh kebencian atau dengan penuh cinta? Jawab jujur, tolong dulu Pak Teguh hadir di lapangan,” kata Rizieq.

“Kalau (menurut) saya penuh cinta,” jawab Teguh.

“Mereka menyambut kasih, artinya menjadi lebih jelas ya, mereka menyambut mereka dengan antusias,” kata Rizieq.

Setelah itu, Rizieq juga mengonfirmasi kepada tiga saksi lainnya, yakni Kapolsek Bogor Satpol PP Agus Ridallah, Kepala Seksi Ketertiban dan Ketertiban Kecamatan Megamendung Iwan, dan Camat Megamendung Endi Rismawan.

Baca juga: Saksi: Acara Rizieq di Megamendung yang Memicu Massa Tak Berwenang

Dengan pertanyaan itu, Rizieq menegaskan massa simpatisannya yang hadir pada 13 November 2020 di Megamendung itu hadir secara spontan, tidak diatur sedemikian rupa.

“Saya hanya memastikan orang datang secara spontan,” kata Rizieq.

Rizieq juga membagi kasus keramaian Megamendung menjadi tiga, yakni di perempatan Gadog, di sepanjang jalur menuju Pondok Pesantren, dan Pondok Pesantren Alam Agrokultural.

Rizieq mengatakan, massa menyambutnya mulai dari perempatan Gadog hingga Pondok Pesantren Alam Agrokultural yang tidak memiliki pantia dan hanya spontanitas.

Baca juga: Hadiri Rapat Paripurna, Wakil Gubernur DKI Batal Jadi Saksi di Sidang Rizieq Shihab

Rizieq hadir pada acara peletakan batu pertama Pondok Pesantren Agrowisata Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, pada 13 November 2020 lalu. Acara tersebut membuat ramai.

Kerumunan simpatisan Rizieq di Megamendung membuat bertambahnya jumlah orang yang dipastikan positif Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang memicu keramaian ini dinilai menghambat upaya Pemerintah Kabupaten Bogor dalam upaya memantau dan menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Awalnya risiko zona oranye dikembalikan ke zona hijau tidak terpengaruh, malah sebaliknya meningkat menjadi zona merah, sehingga Pemerintah Kabupaten Bogor harus memperpanjang status PSBB,” kata jaksa.

Source