Rizieq Memilih Melanjutkan Sidang: Hukum Tarawih Sunnah

Jakarta, CNN Indonesia –

Mantan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengusulkan agar majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur melanjutkan persidangan pemeriksaan saksi dalam kasus Petamburan dan Megamendung usai menyelesaikan shalat Maghrib.

Usul itu bermula ketika Rizieq mendengar usul Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa, yang mengusulkan agar sidang ditunda hingga salat tarawih selesai.

Awalnya, Suparman diskors pada pukul 18.01 WIB. Ia kemudian menyarankan sidang dibuka kembali setelah shalat Tarawih atau sekitar pukul 08.30 WIB.

“Nanti sambil menunggu keputusan pemerintah, kalau ada tarawih dulu, setelah tarawih kita mulai sidang lagi,” kata Suparman.

Mendengar usul itu, Rizieq langsung menginterupsi majelis hakim. Dijelaskannya, shalat Tarawih berbeda dengan shalat Magrib dan Isa karena termasuk dalam kategori shalat sunnah. Sedangkan kelanjutan persidangan, kata dia, wajib diselesaikan.

“Yang Mulia shalat lima waktu itu wajib, tapi shalat tarawih itu sunnah. Kita bisa shalat tarawih sendiri, kita bisa tunda jamnya. Sedangkan menurut saya, hal ini lebih wajib diselesaikan,” kata Rizieq. .

Rizieq sendiri mengaku sangat merindukan shalat tarawih berjamaah di bulan Ramadhan. Namun, dia meminta hakim memprioritaskan sesuatu yang wajib, seperti menyelesaikan persidangan.

“Jadi setelah sidang dibuka pukul 6.45 atau pukul 07.00, bagaimana sidang akan dilanjutkan sampai selesai?” tanya Rizieq.

Mendengar hal itu, jaksa penuntut umum, pengacara, dan hakim tak keberatan dengan saran Rizieq. Hakim Suparman kemudian memutuskan untuk melanjutkan persidangan pada pukul 07.00 WIB hingga selesai.

“Saya kira kita sudah dengar tentang ini, jadi kita bisa menyelesaikan sholat isya, kita bisa masuk sidang lagi, nanti ditunda karena ada kegiatan yang mendesak, kita harus selesaikan.

Sidang ditunda hingga pukul 07.00 WIB, kata Hakim Suparman sambil mengetukkan palu pengadilan.

(rzr / anak)

[Gambas:Video CNN]


Source