Resmi Menjadi Investor Baru Emtek, Siapakah NAVER Corporation?

Jakarta, CNBC Indonesia – Induk perusahaan televisi nasional SCTV dan Indosiar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) baru saja mengumumkan masuknya investor barunya melalui proses penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penempatan pribadi.

Investor baru tersebut adalah NAVER Corporation dan H Holdings Inc. Kedua investor global tersebut melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan sebanyak 4,75 miliar saham dengan nominal harga Rp 20 / saham dan harga pelaksanaan Rp 1,954 / saham, sehingga dari Aksi tersebut perseroan mendapat suntikan modal baru sebesar Rp 9,29 triliun.

NAVER merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang bisnis utamanya adalah sebagai mesin pencari dan bisnis TIK lainnya seperti menyediakan berbagai layanan aplikasi, antara lain Line Messanger, Webtoon dan V Live.

Perusahaan ini terdaftar di Korea Exchange (KRX) dan juga mengembangkan bisnis platform IT, bisnis dan layanan periklanan mulai dari cloud, Naver pay, hingga platform pemasaran untuk UKM.

Berdasarkan situs web Secara resmi hingga 2017, pendapatan Naver mencapai 4,06 triliun Won atau setara Rp 52 triliun (kurs Rp 12,92 / won). Perusahaan memiliki kantor perwakilan di sejumlah lokasi lain seperti Jepang, Amerika Serikat, Prancis, China, Vietnam, Taiwan, Thailand, dan Indonesia.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Emtek, tidak hanya investor asing tetapi sejumlah investor institusi lokal juga masuk sebagai pemegang saham baru perseroan.

Investor tersebut antara lain PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR), PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT Elbara Perkasa dan PT Syailendra Capital.

“Dana yang diterima Perseroan setelah dikurangi biaya terkait PMTHMETD akan digunakan untuk investasi dan modal kerja Perseroan dan Anak Perusahaan,” tulis manajemen Emtek, dikutip Selasa (6/4/2021).

Masuknya investor baru juga berdampak pada penurunan kepemilikan pemegang saham sebelumnya, termasuk Anthoni Salim, bos grup Indofood. Kepemilikan yang semula mencapai 9,08% harus didilusi menjadi 8,38%.

Kemudian kepemilikan Eddy K. Sariaatmadja juga turun dari sebelumnya 24,90% menjadi 22,96%. Saham yang dimiliki PT Adikarsa Sarana terdilusi menjadi 10,03% dari sebelumnya 11,53%.

Kemudian Susanto Suwarto juga menurunkan kepemilikannya menjadi 11,63% dari 12,61% dan Piet Yaury turun menjadi 8,15% dari sebelumnya 8,84%.

Kepemilikan The Northern Trust Company S / A Archipelago turun menjadi 7,43% dari 8,06% dan kepemilikan dari PT Prima Visualindo turun menjadi 6,90% dari 8,14%.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source