Resmi ditandatangani Jokowi, simak cara membayar royalti musik untuk tujuan komersial

PIKIRAN ORANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021.

Dalam PP tersebut dijelaskan bahwa ruang publik seperti radio, karaoke, hotel, perkantoran, bank, bioskop, restoran, kafe, klub malam hingga pertokoan dan supermarket diharuskan membayar royalti hak cipta atas lagu.

Jokowi memastikan dengan adanya PP ini, setiap orang atau lembaga yang memutar lagu ciptaan tersebut dipastikan akan membayar royalti musik kepada Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Tempat dan aktivitas berikut tunduk pada royalti musik saat memutar lagu atau musik yang dibuat oleh orang lain:

Baca juga: Liverpool vs Real Madrid, Tim Juergen Klopp Mengalami De Javu di Liga Champions

Memuat …


Baca Juga: Jokowi Tandatangani PP Nomor 56 Tahun 2021, Kafe Hingga Karaoke yang Memutar Lagu Karya Rakyat Wajib Bayar Royalti

1. seminar dan konferensi komersial
2. restoran, kafe, pub, bar, bistro, klub malam dan diskotik
3. konser musik
4. pesawat terbang, bus, kereta api, dan kapal laut
5. pameran dan bazar
6. bioskop
7. Nada tunggu telepon
8. bank dan kantor
9. toko
10. pusat rekreasi
11. Lembaga penyiaran televisi
12. penyiar radio
13. Hotel, kamar hotel, dan fasilitas hotel
14. bisnis karaoke.

Lalu bagaimana cara membayar royalti musik bagi yang memainkan lagu tersebut?

Dalam PP No. 56 tahun 2021, LMKN akan menarik royalti dari pihak yang menggunakan lagu atau musik secara komersial dalam bentuk layanan publik komersial bagi pencipta, pemegang hak cipta, dan pemilik hak terkait yang telah menjadi anggota LMK.

Source