Rekind mengundurkan diri, BPH Migas memberi kesempatan kepada BNBR untuk menggarap transmisi gas Cirebon-Semarang

ILUSTRASI. Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa

Reporter: Dimas Andi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Setelah menyampaikan penetapan PT Rekayasa Industri sebagai pemenang Hak Khusus Seksi Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang kepada BPH Migas melalui Surat Direktur Utama PT Rekayasa Industri Nomor 357/10000-LT / X / 2020 tanggal 2 Oktober 2020, BPH Migas telah melakukan kajian internal dan koordinasi dengan Kementerian ESDM dan pihak lain untuk mengambil langkah-langkah terbaik agar pembangunan pipa Gas Bumi Cirebon – Semarang tetap dapat berjalan sesuai target mengingat pembangunan tersebut pipa transmisi tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Berdasarkan hasil evaluasi seksi transmisi Cirebon-Semarang, Panitia BPH Migas menyepakati opsi pemberian kesempatan kepada pemenang lelang kedua atau ketiga sesuai ketentuan BPH Migas saat ini.

Selanjutnya BPH Migas dapat melakukan opsi lelang kembali atau opsi penugasan sesuai dengan Pasal 46 ayat (3) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta peraturan perundang-undangan pelaksanaannya. Terkait penugasan oleh Menteri ESDM, perlu mempertimbangkan BPH Migas sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Gas Bumi dalam Kegiatan Usaha Hilir Migas.

Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai pemenang tender kedua telah menyampaikan pernyataan ketertarikan secara tertulis atas proyek Cisem berdasarkan surat dari Direksi BNBR tertanggal 13 November 2020. BNBR pun meminta agar segera diproses di sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan kondisi terkini mendukung perekonomian dan kelayakan proyek pipanisasi Cisem.

Baca juga: BNBR ingin melanjutkan kesuksesan proyek pipa transmisi gas Kalija Tahap 1

Sebagai tindak lanjutnya, BPH Migas bersama BNBR telah mengadakan rapat koordinasi untuk membahas kepentingan BNBR untuk melanjutkan proyek pada 30 November 2020.

Usai pertemuan, BNBR menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan pipa Cisem sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang tertera dalam dokumen lelang saat lelang. Hal tersebut sesuai dengan surat dari BNBR tertanggal 3 Desember 2020.

BNBR juga telah menyatakan bersedia menjamin pelaksanaan dalam waktu 7 hari kerja terhitung sejak BNBR ditunjuk oleh BPH Migas sebagai calon pemenang lelang. BNBR meminta agar jaminan pelaksanaan 0,2% dari nilai investasi mengacu pada dokumen lelang pada lelang tahun 2006. Perusahaan juga telah melampirkan referensi bank dari salah satu bank nasional.

Menyikapi hal tersebut, mengingat Peraturan BPH Migas No. 05 / P / BPH Migas / III / 2005 sebagai dasar pelelangan ruas transmisi telah diubah menjadi Peraturan BPH Migas No. 20 Tahun 2019, Rapat Komite BPH Migas No. 16 Desember 2020 disepakati pembentukan tim hukum yang melibatkan Biro Hukum Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Inspektorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Tim akan melakukan legal review atas implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 05 / P / BPH Migas / III / 2005 atau Peraturan BPH Migas Nomor 20 Tahun 2019 yang menyebutkan bahwa calon pemenang lelang wajib menyerahkan jaminan atas pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh Prime Bank sebesar 5% dari total investasi. Selain itu, calon pemenang tender juga diwajibkan menyerahkan perjanjian pengangkutan gas bumi (PPG) dalam waktu 3 bulan sejak diumumkan sebagai pemenang.

“Apapun pilihan yang diambil, yang terpenting harus sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada dan bukan sekedar wacana saja. Hal ini agar pemenang tender dari badan usaha yang semula menyatakan bisa, kemudian menyatakan mundur, seperti itu. selaku PT Rekayasa Industri yang sebelumnya menyatakan mampu melakukan pembangunan secara tertulis dan melakukan groundbreaking, namun 7 bulan kemudian menyatakan mundur, ”ujar Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa dalam siaran pers yang diterima Kontan.co .id, Sabtu (19/12).

Baca juga: Belum Dibangun, Bakrie & Brothers (BNBR) Masih Pertimbangkan Proyek Kalija II

Selanjutnya, pemenang lelang urutan kedua dan / atau ketiga yang nantinya ditetapkan menjadi pemenang lelang dalam rangka pemberian hak khusus tentunya harus memenuhi persyaratan sesuai dengan hukum positif yang berlaku, yaitu Peraturan BPH Migas Nomor 20 Tahun 2019 tentang lelang Seksi Transmisi Gas Bumi dan / atau WJD Dalam Rangka Pemberian Hak Khusus.

Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Cirebon Semarang yang telah menjadi PSN diharapkan dapat mendukung peningkatan penggunaan gas bumi dalam negeri. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah menghentikan ekspor gas ke Singapura dan rencana penurunan harga gas untuk industri menjadi US $ 6 per MMBTU sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

BPH Migas juga mendorong terciptanya kebutuhan gas di sepanjang wilayah yang dilalui pipa transmisi Cirebon-Semarang, baik untuk kepentingan industri maupun untuk kebutuhan rumah tangga dan pelanggan kecil melalui pengembangan jaringan gas.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source