Rekening FPI semakin banyak dibekukan saat PPATK mempercepat pemeriksaan

Jakarta

Pembekuan sementara rekening bank yang diduga terkait dengan Front Pembela Islam (FPI) dan afiliasinya yang telah dilarang oleh pemerintah semakin meningkat. Kini Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang mempercepat pemeriksaan untuk diserahkan ke polisi.

Awalnya pada 7 Januari, Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan, 68 akun diblokir sementara. Dian mengatakan pemeriksaan akun tersebut terkait dengan buntut dari seluruh kegiatan FPI yang dilarang.

“Semua aliran dana keluar dari rekening (FPI) ini,” kata Dian.

Saat itu, Dian menyebut jumlah uang dari rekening itu ratusan juta rupiah. Namun, setelah itu ada protes yang disampaikan mantan pimpinan FPI, Munarman.

Munarman mengaku rekening banknya juga diblokir. Dia menyebutkan, dana di rekening itu untuk pengobatan ibunya yang sakit.

“Rekening atas nama saya saja digunakan untuk biaya pengobatan ibu saya yang terbaring sakit, joint venture adik-adik saya juga diblokir,” kata Munarman. detikcom melalui pesan singkat, Minggu (10/1/2021) malam.

Munarman mengaku ibunya sudah sakit selama dua tahun terakhir. Munarman juga menyertakan foto ibunya yang terbaring sakit.

“Itu juga terhalang oleh rezim yang kejam, kejam dan tidak manusiawi ini. Ini ibuku yang sakit. Sudah hampir 2 tahun sejak dia terbaring di sana dan rekening untuk biaya pengobatan ibuku, untuk membeli obat dan kebutuhannya. ,” dia berkata.

Munarman juga melampirkan surat pemberitahuan pemblokiran dari bank tertanggal 5 Januari 2021. Dalam surat tersebut tertulis bahwa pemblokiran dimulai pada 4 Januari 2021.

“Ini pemberitahuan dari pihak bank. Ini hanya rekening untuk biaya pengobatan ibu saya yang sudah lebih dari setahun terbaring di tempat tidur,” jelasnya.

Apa kata PPATK?

Source