Ramai Berita Keterlambatan Pengiriman Paket karena Pekerja Demo, Ini Tanggapan Shopee untuk Semua Halaman

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Shopee International Indonesia (Shopee Indonesia) menjadi sorotan dalam beberapa minggu terakhir.

Banyak pihak yang mengakui bahwa proses pengiriman paket menggunakan layanan ShopeeXpress membutuhkan waktu yang lama, bahkan terlambat dari tenggat waktu yang ditentukan. Keluhan tersebut diungkapkan baik melalui Twitter maupun di kolom komentar di unggahan akun resmi Shopee Indonesia, @shopee_id di Instagram.

Hingga kemudian muncul kabar tentang kurir Shopee Express melakukan demonstrasi. Dalam pemberitaan yang beredar, terjadi demo yang dipicu oleh rendahnya upah kurir Shopee Express karena ada perubahan tarif per paket di bawah oleh kurir tersebut.

https://twitter.com/braddamamad/status/1380539438841786368?s=20

Baca juga: Ramai Kurir Mogok Gara-Gara Pemotongan Gaji, Ini Klarifikasi Shopee Indonesia

Sederet kicauan uang yang diunggah akun @braddamamad mengungkapkan adanya penurunan tarif per paket di beberapa daerah di Indonesia.

Dalam rangkaian tweet tersebut dijelaskan, pada sistem penggajian kurir Shopee Express terdapat sistem jaminan pendapatan.

Dengan sistem ini, kurir memiliki minimal jumlah paket yang akan diangkut per hari yaitu 40 paket dengan jaminan pendapatan Rp 115.000. Nilai ini berlaku untuk wilayah Jakarta.

Kemudian untuk paket ke 41 dan seterusnya akan dikenakan tarif Rp 1.800 per paket.

Salah satu kurir Shopee Express yang dihubungi Kompas.com menjelaskan, tarif nominal per paket turun empat kali dalam setahun.

Awalnya tarif per paket ditetapkan Rp. 5.000, kemudian turun menjadi Rp. 3.500 per paket, dan terus turun menjadi Rp. 2.200 dengan perubahan sistem insentif untuk menjamin pendapatan, sampai sekarang menjadi Rp. 1.800 per paket untuk wilayah Jakarta.

Baca juga: Shopee: UMKM Rasakan Peningkatan Penjualan Lima Kali lipat dalam Program 4,4 Mega Shopping Day

Ia juga mengatakan dengan sistem penjaminan yang ada saat ini, kurir tidak mendapat insentif dari perusahaan.

“Ya tidak ada insentif. Dulu, kalau paket harga Rp 3.000 ada insentif. Kalau turun Rp 2.200, insentif itu dicabut dan diganti sebagai jaminan penghasilan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, terjadi perubahan jumlah paket dengan sistem jaminan pendapatan, dimulai dari 30 paket per hari dengan jaminan pendapatan Rp. 115.000 dan paket ke-31 dihitung dengan harga Rp. 2.200 per paket di bulan Januari.

Kini, banyaknya paket yang harus dikirim untuk mendapat jaminan penghasilan sebesar Rp. 115.000 meningkat menjadi 40 paket sehari dengan nilai tarif paket ke-41 dan seterusnya menjadi Rp. 1.800 per paket.

Baca juga: Shopee Buka Lowongan Kerja untuk Fresh Graduate, Ini Syaratnya

Dengan tarif ini, kata dia, pendapatan yang bisa diperoleh kurir rata-rata Rp. 130.000 sampai Rp. 150.000 per hari dengan 50 hingga 60 paket terkirim.

“Itu kotor, tidak menghabiskan bensin dan makanan,” ujarnya.

Terkait demo kurir, jelasnya, operasional Shopee Express cenderung aman, meski sempat terjadi demo di wilayah Jakarta dalam beberapa jam.

“Tapi, menurut saya kurirnya kalah dengan keadaan. Ya mau scan atau tidak paketnya. Untuk demo yang saya dengar ada di daerah luar Jabodetabek ya. Tapi tidak bersamaan, hubnya hanya beberapa,” ujarnya. .

Tanggapan Shopee

Shopee juga membantah kabar demonstrasi kurir karena gaji yang rendah. Shopee mengatakan keterlambatan pengiriman paket terjadi pada saat kampanye 4.4 Mega Shopping Day yang menyebabkan tingginya permintaan pengiriman paket.

“Shopee Indonesia dapat memastikan bahwa Shopee Express (SPX) beroperasi hingga sekarang
tetap berjalan normal dan lancar, serta tidak ada demonstrasi atau pemogokan oleh mitra
Pengemudi SPX, “kata Direktur Eksekutif Shopee Indonesia kepada Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Shopee Tidak Bisa Memilih Kurir? Ini Penjelasan Manajemen

“Perlu dicatat bahwa mitra pengemudi SPX memiliki kebebasan
untuk memilih hari kerja operasionalnya, “jelasnya.

Ia pun membantah kabar rendahnya gaji yang diberikan kepada kurir Shopee Express. Menurut Handika, insentif mitra pengemudi Shopee Express cenderung kompetitif di industri jasa logistik.

Misalnya, jika mitra pengemudi SPX di wilayah Jabodetabek membawa 80 paket sehari, mereka bisa mendapatkan insentif rata-rata Rp 2.213 per paket. Sebagai gambaran, rata-rata upah per paket di pasaran sekitar Rp.
1.700 dan Rp 2.000 oleh jasa logistik lainnya, “jelasnya.

Handika juga memastikan skema insentif yang diberikan Shopee telah mengikuti regulasi yang ada di daerah masing-masing.

Baca juga: Fintech Ini Sediakan Modal Bisnis bagi Kurir Logistik

Selain itu tarif yang diberikan juga mengikuti harga yang ada di pasaran.

“Kami memberikan perlindungan asuransi bagi mitra pengemudi SPX, guna memberikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Kami juga senantiasa mendengarkan masukan dan aspirasi dari mitra pengemudi SPX, serta terus berupaya untuk menjaga kenyamanan semua pihak,” kata Handika.

Source