Ramadhan, Momentum Memperkaya Konten Audio di Layanan “Streaming”

KOMPAS / ELSA EMIRIA LEBA

Tampilan halaman situs web Spotify, layanan musik aliran di layar komputer, di Jakarta, Kamis (9/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS – Ramadhan menjadi momentum bagi penyedia layanan streaming musik untuk memperkaya konten audio. Selain mengejar relevansi dengan momen Ramadhan, permintaan pengguna akan konten audio pada periode tersebut relatif tinggi.

Managing Director Spotify Asia Tenggara Gautam Talwar, Senin (12/4/2021), mengatakan konten audio umumnya dikonsumsi untuk menemani pengguna saat menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama saat Ramadan. Konten audio yang dimaksud adalah musik dan podcast.

Peningkatan konsumsi konten audio juga terlihat pada data Spotify di Indonesia periode April-Juni 2020. Playlist keluarga diputar 26 persen lebih banyak selama Ramadan dibandingkan periode sebelumnya.

Minat pengguna terhadap konten audio diperkirakan akan tetap tinggi selama periode Ramadhan ini. Menurut survei Yougov pada 2021, sebanyak 50 persen masyarakat Indonesia berencana tidak mudik saat Lebaran. Sementara itu, 42 persen penduduk Indonesia berencana menikmati waktu luang selama Ramadan dengan mendengarkan musik online.

“Kami melihat permintaan yang besar untuk konten Ramadhan. Kami kemudian mengembangkan Ramadan Hub yang berisi konten terkait, baik dalam bentuk musik maupun podcast,” kata Talwar dalam jumpa pers.

KOMPAS / SEKAR GANDHAWANGI

Managing Director Spotify Asia Tenggara Gautam Talwar dalam jumpa pers, Senin (12/4/2021).

Baca juga: “Streaming” Musik, Penghibur Saat Pandemi

Spotify bekerja sama dengan sejumlah pembuat podcast Indonesia untuk membuat konten Ramadhan khusus. Beberapa di antaranya adalah podcast populer seperti Meaning Talks, PODKESMAS, Rapot, dan PODCAST GJLS. Konten tersebut diupload secara berkala selama bulan Ramadhan.

Kami melihat permintaan yang besar untuk konten Ramadhan. Kami kemudian mengembangkan Ramadhan Hub yang berisi konten terkait, baik berupa musik maupun podcast.

Layanan aliran JOOX juga memperkaya konten Ramadhan tahun ini. Beberapa konten berupa podcast audio dan video hasil kerja sama dengan sejumlah stasiun radio, seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Padang. Program yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan ustaz di media sosial dan podcast juga dibuat.

KOMPAS / DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJO

Sebuah model muncul saat menampilkan aplikasi Joox saat diluncurkan di Jakarta, Selasa (20/10/2015). Joox adalah layanan mendengarkan musik di internet atau streaming musik dan merupakan produk lain dari Tencent yang juga dilengkapi dengan layanan sosial WeChat.

Pembuatan konten Ramadhan khusus ini sejalan dengan minat positif pengguna. JOOX mencatat bahwa tiga program podcast audio Ramadhan telah didengarkan lebih dari satu juta kali. Playlist bertema Ramadhan ini sudah diputar lebih dari 800 kali.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan musisi, komunitas, dan pelaku industri guna memajukan ekosistem industri kreatif Indonesia,” kata Yuanita Agata, Head of Marketing JOOX Indonesia.

Baca juga: Platform Digital Jelajahi Pembuat Konten untuk Kolaborasi

Perkembangan air

Perkembangan bandar udara di Indonesia dinilai sangat baik. Menurut Gautam Talwar, sekitar 2,5 tahun yang lalu tidak ada potensi besar di sini, tapi sekarang semakin banyak orang yang membuat dan mendengarkannya. Hingga saat ini, terdapat 26 kreator podcast Indonesia yang menayangkan kontennya secara eksklusif di Spotify.

Pertumbuhan positif di sini dinilai terkait dengan karakter orang Indonesia yang suka mengobrol dan berbagi cerita. Siniar juga merupakan media yang cocok untuk itu. Siniar dinilai mampu melibatkan pendengar dalam obrolan yang sedang berlangsung.

“Dalam hal ini podcast menjadi media ekspresi diri. Sekarang banyak konten kreatif lintas genre, seperti drama, komedi, dan chat,” kata Talwar.

KOMPAS / SEKAR GANDHAWANGI

Tangkapan layar data Spotify Wrapped 2020 dari salah satu pemilik akun, Rabu (2/12/2020). Spotify Wrapped adalah data yang menampilkan lagu, artis, hingga podcast atau podcast paling banyak didengarkan pada tahun lalu.

Menurut Nastasha Abigail, salah satu personel Rapot, di sini bisa menjadi penangkal kerinduan masyarakat yang ingin bersosialisasi saat pandemi Covid-19. Ini karena topik yang dibahas di sini dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat biasa. Chat disini Rapot berjalan ringan dengan format seperti chat antar teman.

Ia dan tiga kreator Rapot lainnya kini tengah bersiap mengupload konten bertajuk “Want or Don’t Want” untuk Ramadhan. Konten ini dibuat dengan konsep audio binaural untuk menghasilkan nuansa sinematik saat didengar.

“Tahun ini kita mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan kita, kemudian diberi unsur fiksi dan twist. Ini hasil kerja sama dengan sejumlah sutradara, ilustrator, dan didukung oleh beberapa teman lainnya. Konten kita akan berupa tinggal mulai besok, “kata Abigail.

Baca juga: IFPI: Pertumbuhan Musik Global 2020 Ditopang “Streaming”

Source