PTPN VIII Mengaku Mengirimkan Notifikasi ke Lahan Kosong Pondok Pesantren Rizieq

Jakarta, CNN Indonesia –

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengaku pernah melayangkan surat panggilan terhadap Pondok Pesantren Markaz Agribisnis Pimpinan FPI. Rizieq Shihab di Megamendung, Bogor, Jawa Barat untuk segera mengosongkan lahan tersebut.

Kasubbag Komunikasi Korporat dan PKBL PTPN VIII Venny Octariviani mengaku pihaknya tidak hanya mengirim panggilan ke pesantren milik Rizieq. Namun untuk semua bangunan yang menggunakan aset tanah milik PTPN VIII.

“Baik [melayangkan somasi], kita kirim somasi ke seluruh penghuni di daerah kita, ”kata Venny kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/12).

Venny mengklaim, tanah yang ditempati pesantren adalah aset milik PTPN VIII.

Ia menyatakan, ini bukan satu-satunya saat ia mengirimkan panggilan ke pesantren Rizieq. Menurutnya, proses pengambilalihan lahan untuk memilih PTPN VIII sudah berlangsung lama.

“Prosesnya sudah lama dan bertahun-tahun,” kata Venny.

Sekretaris Perusahaan PTPN VIII, Naning DT juga membenarkan adanya somasi terhadap FPI Syariah Markaz di Megamendung.

“Dengan ini kami informasikan bahwa PT Perkebunan Nusantara VIII telah membuat surat pemberitahuan kepada seluruh Penghuni di Kawasan Perkebunan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor; dan Markaz Syariah pimpinan FPI memang berada dalam wilayah hukum kami,” ujarnya. dalam pernyataan tertulis.

Sebelumnya, surat dengan pimpinan PTPN VIII diedarkan ke Pondok Pesantren Megamendung Markaz Syariah untuk segera dikosongkan. Surat pengajuan dengan nomor SB / 11/6131 / XII / 2020 tanggal 18 Desember 2020.

Dalam surat tersebut disebutkan bahwa tanah yang ditempati oleh pesantren oleh Yayasan Pesantren Agrokultural Megamendung merupakan aset milik PT Perkebunan Nusantara VIII berdasarkan sertifikat HGU No. 299 tanggal 4 Juli 2008.

Dalam surat tersebut disebutkan pendirian pesantren atas aset milik PTPN VIII merupakan bentuk penggelapan barang tidak bergerak.

Melalui surat tersebut, PTPN VIII mengingatkan pengelola pesantren untuk menyerahkan tanah tersebut kepada PTPN VIII selambat-lambatnya 7 hari kerja setelah menerima surat tersebut.

“Anda tidak menindaklanjuti, jadi kami akan laporkan ke Kepolisian dalam hal ini Polda Jabar,” tulis surat tersebut.

(rzr / pmg)

[Gambas:Video CNN]


Source