PTN Terkemuka Tidak Masuk 20 Besar Paling Ketat SNMPTN 2021, LTMPT: Masyarakat Realistis

Jakarta – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2021 telah diumumkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) pada Senin (22/3) kemarin. Dari data tersebut diketahui banyak PTN unggulan yang tidak masuk dalam 20 besar seleksi ketat.

Menurut Ketua Pelaksana LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto, telah terjadi pergeseran keketatan PTN unggulan baik untuk program studi IPTEK maupun IPS. Ini berbeda jika dibandingkan tahun lalu.

“Memang, seperti yang diutarakan oleh Ketua (Mohammad Nasih), telah terjadi pergeseran ketegasan prodi Iptek dan Soshum dibanding tahun lalu. Kok PTN-BH tidak masuk urutan 20 paling ketat?” ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil Pengumuman SNMPTN 2021, Senin (22/3) kemarin.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan pergeseran ketatnya PTN unggulan karena masyarakat lebih realistis dalam menentukan kampus tujuan. Pasalnya, penilaian SNMPTN 2021 dilakukan berdasarkan rangking siswa dan juga indeks rangking sekolah.

Artinya, masyarakat sekarang ini, adik-adik, pelajar, orang tua lebih realistis ya, mereka memilih masuk program studi yang kemungkinan besar akan diterima dan berkumpul di sana, ”sambungnya.

Ia mencontohkan, program studi kedokteran di Universitas Indonesia (UI) mungkin tidak seketat daftar 20 PTN terketat dalam SNMPTN 2021. Hanya saja mahasiswa yang diterima di sana memiliki kualitas terbaik.

“Misalnya dari UI, Kedokteran tidak seketat 20 sebelumnya (seleksi ketat PTN). Tapi yang masuk ada siswa dari sekolah yang berkualitas, dan nilai bagus di sekolah misalnya jangan salah tafsir, ” dia berkata. Budi.

Ketua LTMPT Mohammad Nasih juga menambahkan, berdasarkan pengalamannya, prodi Kedokteran di Universitas Airlangga Surabaya termasuk dalam favorit sehingga seleksi menjadi salah satu yang paling ketat di masanya. Namun saat ini kondisi tersebut telah menggeser prodi Farmasi.

“Pengalaman kami di Unair dulu, misalnya Kedokteran peminatnya cukup banyak, sekarang kalah dari Farmasi. Jadi sekarang mahasiswanya lebih realistis,” tambah Nasih.

Nasih juga menjelaskan, kejadian ini merupakan bagian dari pelaksanaan seleksi LTMPT terbuka. Pasalnya, siswa yang lulus SNMPTN hanya dinilai berdasarkan prestasi akademik dan peringkat sekolahnya.

“Sekarang semua orang tahu pangkatnya masing-masing, jabatannya masing-masing, makanya saya minta maaf kalau pun peringkat 1 SMA dengan 2.000 ke atas yang mau masuk kedokteran tidak akan diterima,” jelasnya.

“Jadi mereka yang berada di level menengah, bukan yang terbaik tapi bukan yang terburuk, pasti akan lebih aman dan realistis untuk diterima di dalamnya. Ini adalah hasil dari transparansi yang kami lakukan untuk membukanya, jadi mereka tidak Coba daftar (SNMPTN 2021). coba, ”tutup Nasih.

Menonton video “SNMPTN 2021 Dibuka, Berikut Tahapan Pendaftarannya
[Gambas:Video 20detik]
(bayar / erd)

Source