Proposal Investasi Tesla Telah Masuk, Berikut Analisis Saham INCO dan ANTM

JAKARTA, KOMPAS.com – Kerja sama RI dan raksasa mobil listrik dunia, Tesla, semakin menemukan titik terang.

Pemerintah telah menerima usulan rencana investasi dari perusahaan mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu.

Deputi Bidang Koordinasi Penanaman Modal dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto, pemerintah akan segera bernegosiasi dengan tim Tesla.

Baca juga: Hutang untuk Beli Saham, Bolehkah?

Kabar investasi Tesla bahkan mampu mendongkrak dua perusahaan penghasil nikel terbesar di Tanah Air, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Dalam sepekan, kedua emiten itu mencatat aksi beli asing yang cukup besar.

Selama sepekan, pembelian saham ANTM oleh pihak asing mencapai Rp 64,17 miliar, sedangkan kenaikan harga saham dalam sepekan mencapai 9,46 persen.

Sementara itu, INCO juga mencatat pembelian asing sebesar Rp. 14 miliar di semua pasar, dan dalam seminggu harga saham INCO naik 5,9 persen.

Analis Recapital Asset Kiswoyo Adi Joe menjelaskan, berdasarkan analisis teknikal, MACD, ANTM dan INCO masih berpotensi mengalami penurunan, dengan lilin berada di area garis tengah dan garis bawah pita bolinger.

“ANTM cenderung bergerak ke samping, Stoch sudah berada di level 2.400, ANTM memiliki peluang untuk melanjutkan dukung 2.080 dan perlawanan di level 2650. Sementara itu, INCO berpeluang untuk bergerak di level tersebut dukung 5,750 dengan perlawanan 6.450, “katanya Kompas.com.

Pada perdagangan BEI sesi I, ANTM ditutup menguat 2,1 persen atau naik 50 poin di level Rp 2.450. Nilai transaksi ANTM untuk sesi pagi ini mencapai Rp 661,5 miliar.

Sedangkan INCO ditutup naik 0,4 persen di level 5.875. Pada perdagangan pagi, INCO mencatatkan transaksi sebesar Rp 34,3 miliar.

Baca juga: Diperjuangkan Kaesang, Berikut Analisis Saham ANTM

Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Semua rekomendasi dan analisis saham berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul. Keputusan investasi ada di tangan investor. Pelajari dengan seksama sebelum membeli / menjual saham.

Source