Profil Suharso Monoarfa, Ketua Umum PPP Terpilih 2020-2025 Halaman all

JAKARTA, KOMPAS.com – Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi pada Kongres IX PPP 2020 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (19/12/2020).

Terpilihnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas membawanya melanjutkan posisi kepemimpinannya di partai berlambang Ka’bah tersebut.

Dimana sebelumnya hanya berstatus Plt Ketua, menggantikan M Romahurmuziy yang tersandung kasus hukum.

Setelah melalui proses yang ditentukan oleh ketua sidang kongres, Suharso langsung memberikan janji.

Salah satu janji yang dijanjikan adalah target pemulihan kejayaan partai hasil Pemilu 1999 itu.

“Tahun 1999 kita mendapat 11.395.000 suara. Jadi kita (mendapatkan) minimal 11.395.000 ditambah 1 suara,” kata Suharso seperti dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (20/12/2020).

Baca juga: Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi

Target ini juga yang ia jadikan patokan untuk mengeluarkan partainya ambang batas parlementer atau ambang batas kontestasi politik pada tahun 2024.

Suharso sendiri adalah salah satu nama elit politikus PPP.

Jejaknya sebagai politisi ulung dimulai sebagai anggota DPR dari tahun 2004 hingga 2009.

Setelah mengakhiri tugasnya di legislatif, Suharso kemudian berkuasa pada 2009.

Ia diusulkan oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Menteri Perumahan pada Kabinet Indonesia Bersatu II.

Namun, Suharso segera menjabat sebagai menteri. Pada 12 Oktober 2011, ia mengajukan surat pengunduran diri kepada SBY.

Kemudian pada 17 Oktober 2011, Suharso resmi meninggalkan jabatannya di pemerintahan.

Saat itu, SBY memuji Suharso atas prestasinya selama dua tahun di posisi tersebut.

Salah satu catatan positif yang dikeluarkan SBY adalah keberhasilan Soeharso membangun rumah susun untuk 15.000 kepala keluarga di lingkungan TNI dan Polri.

Baca juga: Suharso Incar 11 Juta Suara untuk PPP pada Pemilu 2024

Sebagai politisi elit, langkahnya di ranah eksekutif tak berhenti sampai di situ.

Empat tahun kemudian, pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), 31 Oktober 1954 ini kembali berkuasa.

Tepatnya saat Presiden Joko Widodo dilantik sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 19 Januari 2015.

Ia berhasil mempertahankan posisinya sebelum akhirnya dipilih oleh Jokowi sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas pada Kabinet Indonesia Maju tahun 2019.

Source