Pria berambut gondrong yang mengaku bisa menggandakan uang di Bekasi itu divonis melakukan persetubuhan dengan anak. Halaman semua

JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi telah menetapkan pria berambut gondrong berinisial H yang disebut-sebut sebagai tersangka.

H ditangkap di rumah mertuanya di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/3/2021).

Untuk saat ini, H ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan berhubungan seks dengan anak di bawah umur.

H dijerat Pasal 81 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“H akan kena UU Perlindungan Anak Pasal 81 tentang persetubuhan anak di bawah umur,” kata Kapolsek Metro Bekasi Kombes Pol Hendra Gunawan saat rilis online, Selasa (23/3/2021).

Baca juga: Uang yang Digandakan Pria Berambut Gondrong di Bekasi Diduga Palsu

Hendra menjelaskan, sebelumnya ada laporan terhadap H terkait persetubuhan anak di bawah umur.

Saat itu H dilaporkan oleh mertuanya ke Polda Metro Bekasi pada 19 Maret 2021.

“Saat itu istri pelaku (berinisial NP) berusia 15 tahun saat dinikahkan pada 2017. Sehingga UU sudah masuk dalam penerapan pasal hukum,” kata Hendra.

Sebelumnya, H ditangkap setelah video yang memuat aksinya diklaim menggandakan viral money di media sosial.

Dalam video tersebut, H yang mengenakan topi dan duduk bersila di lantai tampak mampu menggandakan uang pecahan Rp 100.000.

Aksi H menjadi tontonan sejumlah pria dewasa. Mereka juga berkumpul di depan pintu rumah H.

Hasil pemeriksaan, polisi menyebut H hanya tukang pijat.

“Selama 20 tahun (H) jadi tukang pijat, jual barang antik dan berobat,” kata Hendra.

Baca juga: Pria Berambut Panjang Ngaku Gandakan Uang, Polisi: Dia Pemijat dan Penjual Barang Antik

Tindakan H tersebut direkam oleh istrinya, NP (18) pada 18 Maret 2021 lalu disebarkan oleh seseorang.

Video tersebut dibagikan untuk mempromosikan sekaligus memperkenalkan bahwa H memiliki kesaktian sehingga orang-orang mendatanginya.

“Ada teman yang berniat membesarkan bahwa orang yang bersangkutan memiliki kesaktian, untuk menarik pasien,” kata Hendra.

Hendra menuturkan, selama ini banyak orang dari luar tempat tinggal H yang datang dengan niat berobat.

Bahkan setelah videonya viral, rumah H selalu penuh dengan tamu. Sekitar 200 orang datang setiap hari.

Baca juga: Pria Berambut Panjang di Bekasi yang Dikabarkan Bisa Menggandakan Uang Ditangkap, Polisi: Mengaku Trik Sulap

“Dalam dua minggu terakhir, jumlah pasien melonjak menjadi 200 orang per hari. Sebagai ganti pengobatan variatif, ada yang memberi Rp 50.000 dan ada yang Rp 100.000,” kata Hendra.

Hendra juga membenarkan pecahan Rp 100.000 dalam video viral penggandaan uang itu palsu.

H mencoba menghilangkan barang bukti dengan membakar uang.

“Uang mainan itu. Sudah dibakar dan diketahui orang yang bersangkutan,” kata Hendra.

Source