Presiden di Pernikahan Atta-Aurel – News Capsule

PRESIDEN Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjadi saksi pernikahan selebriti Muhammad Attamimi Halilintar dan Titania Aurelie Nurhermansyah pada Sabtu, 3 April. Situs Sekretariat Negara juga melaporkan peran Jokowi dalam pernikahan Atta Halilintar-Aurel.

Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah mempertanyakan alasan Kementerian Sekretariat Negara mengunggah berita tersebut. “Itu bukan urusan negara,” kata Trubus, Senin, 5 April. Kritik juga muncul di media sosial terkait aktivitas Jokowi. Sejumlah netizen menilai aktivitas tersebut tidak pantas di tengah pandemi Covid-19. “Corona (virus) berlaku untuk rakyat jelata, tapi tidak untuk pejabat negara, artis, dan orang kaya.”


Presiden Menggabungkan Kementerian Riset

W251bGwsIjIwMjEtMDQtMTIgMTM6MzI6MzciXQ

PRESIDEN Joko Widodo menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jokowi juga menjadikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai lembaga otonom. Rencana Jokowi itu disampaikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui surat pada Selasa, 30 Maret 2018.

“(DPR) menyetujui penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi Kemendikbud dan Ristek,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di sela-sela rapat paripurna. pada Jumat, 9 April. Dalam suratnya, Jokowi juga menyatakan akan membentuk Kementerian Investasi.

Usulan pemisahan Kementerian Riset dan BRIN juga muncul dalam rapat Komisi Energi DPR dengan Kementerian pada 30 Maret lalu. Wakil Ketua Komisi Energi Bambang Wuryanto mengatakan, pemisahan itu sejalan dengan Undang-Undang Sistem Sains dan Teknologi Nasional. Dalam pasal 48 undang-undang tersebut, BRIN disebut sebagai organisasi yang dibentuk oleh presiden melalui peraturan presiden.

BRIN dipisahkan dari kementerian riset setelah lembaga riset negara selama 16 bulan beroperasi tanpa struktur organisasi yang tetap. Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengaku bolak-balik ke Presiden Jokowi untuk menanyakan kejelasan status BRIN.

Pakar kebijakan publik Universitas Indonesia, Eko Prasojo, mengatakan Kementerian Riset dan Teknologi seharusnya tidak dicopot dari struktur kabinet. Dia menjelaskan, tugas dan fungsi kementerian itu masih dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan riset dan inovasi. Sedangkan BRIN, lanjutnya, merupakan lembaga implementasi kebijakan riset dan inovasi. Menurut Eko, penggabungan Kementerian Riset akan menambah beban Kementerian Pendidikan. “Filsafat pendidikan berbeda dengan filsafat penelitian.”


Petugas KPK Mencuri Barang Sitaan

Seorang ANGGOTA Satgas Direktorat Pembinaan dan Pembuktian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS terbukti mencuri barang bukti emas seberat 1,9 kilogram. Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan emas yang dicuri IGAS itu digadaikan senilai Rp900 juta. “Bentuknya emas batangan,” kata Tumpak, Kamis, 8 April.

Emas batangan itu merupakan barang sitaan kasus korupsi terpidana Yaya Purnomo, pejabat di Kementerian Keuangan. IGAS mengambil emas batangan secara bertahap sejak Januari 2020, tetapi baru terungkap pada Juni 2020.

Tumpak menuturkan IGAS mencuri emas yang disita karena memiliki banyak utang dari bisnis valuta asing. Dewan Pengawas dengan tidak hormat memberhentikan karyawan tersebut dan membawa kasus tersebut ke pengadilan.

Source