Prancis Berpartisipasi dalam Larangan Kedatangan, Inggris Mengaku Terkejut


KAMI Online, London

Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan terkejut dengan langkah Prancis untuk melarang masuknya kendaraan Inggris dalam 48 jam ke depan. Kebijakan tersebut diumumkan saat diprediksi akan terjadi kekacauan di pelabuhan Inggris.

Laporan The Guardian Shapps mengatakan gangguan itu tidak akan menyebabkan “masalah spesifik” seperti kekurangan makanan dan obat-obatan dalam jangka pendek. Tetapi pemerintah Inggris ingin “menyelesaikan masalah ini secepat mungkin”.

Baca Juga: Waspada Mutasi Korona, Negara-negara Timur Tengah Mulai Tutup Pintu untuk Migran Inggris

“Begitu apa yang dikatakan Prancis, mungkin sedikit terkejut, mereka akan menghentikan semua moda transportasi tidak hanya penumpang, kami berhubungan dengan kelompok yang dikenal sebagai Kent Resilience Forum,” katanya kepada Sky News, Senin (21). / 12/2020).

“Mereka sudah terbiasa membuat rencana untuk kondisi seperti ini,” tambahnya.

Dia mengatakan pemerintah Inggris dan Prancis akan melanjutkan pembicaraan. Shapps menambahkan bahwa bandara Manston di Kent akan dibuka sebagai tempat parkir truk.

Sekitar 4.000 truk akan ditampung di tempat itu tetapi karena tingkat gangguan yang tinggi. Departemen Transportasi Inggris telah menyarankan truk untuk menghindari pelabuhan Kent sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Larangan Prancis datang setelah Inggris mengumumkan telah menemukan virus korona baru yang lebih menular. Pengumuman tersebut mendorong Denmark, Jerman, Italia, Belgia, Irlandia, Turki, Iran, Kanada, dan Hong Kong untuk melarang penerbangan penumpang dari Inggris.

Mitra Sindikasi Konten: Republika

Source