PPRO Tunda Penerbitan Obligasi Rp 300 Miliar, Ada Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan pengembang properti milik negara, PT PP Properti Tbk (PPRO) mengumumkan penundaan rencana penerbitan obligasi korporasi dengan nilai akumulasi emisi sebesar Rp 300 miliar. Penerbitan ini merupakan bagian dari penawaran umum II PPRO yang sedang berlangsung dengan target perolehan dana Rp 2,40 triliun. Namun yang sudah direalisasikan pada tahap pertama sebesar Rp 416,46 miliar.

Berdasarkan pengumuman yang diterbitkan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Rabu (3/2/2021), PPRO telah menyampaikan surat terkait penundaan penerbitan obligasi ini melalui surat No. 074 / EXT / DIR / PPRO / 2021 tanggal 2 Februari 2021 tentang perubahan jadwal penerbitan obligasi.

“Dengan ini kami sampaikan bahwa pendistribusian Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap II Tahun 2021 yang semula dilaksanakan pada 4 Februari 2021 telah ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis KSEI.

Seperti diketahui, obligasi berkelanjutan ini akan ditawarkan dengan harga Rp. 300 milyar dengan tingkat bunga tetap 10,70% per tahun dengan jangka waktu 370 hari kalender sejak penerbitan obligasi. Obligasi ini dijamin dengan komitmen penuh.

Efek hutang ini telah mendapatkan peringkat Triple B Minus (idBBB-) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Maybank King Eng Sekuritas dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat sebagai wali amanat.

Anak usaha PTPP ini berencana menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk melunasi sebagian pokok utang PT Bank Tabungan Negara Tbk cabang Bogor sebesar Rp 28,96 miliar dari saldo pinjaman Rp 217,96 miliar pada akhir tahun. Desember 2020.

Selanjutnya pembayaran sebagian hutang kepada BTN cabang Surabaya sebesar Rp. 145,99 miliar dari saldo pinjaman pada akhir Desember sebesar 299,16 miliar. Selanjutnya pembayaran BTN cabang Malang Rp 32,45 miliar, BTN Surabaya Cabang Bukit Darmo Rp 65 miliar, dan BTN cabang Semarang Rp 25,18 miliar.

Seperti diketahui, baru-baru ini, induk usaha PT PP Properti Tbk (PPRO), PT PP Tbk (PTPP) memberikan fasilitas pinjaman senilai Rp 1,60 triliun. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo. Suku bunga yang ditawarkan adalah 9,5% atau 0,791% per bulan dan tidak berputar dengan jangka waktu 36 bulan.

[Gambas:Video CNBC]

(dob / dob)


Source