[POPULER SAINS] Masker Ganda Efektif Mencegah Corona | Halaman Efek Cannabis semua

KOMPAS.com – Tok, studi terbaru menegaskan bahwa penggunaan masker ganda lebih efektif dalam mencegah Covid-19.

Demikian salah satu berita ilmiah populer edisi Senin (19/4/2021) hingga Selasa (20/4/2021).

Selain itu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebanyakan orang sulit menurunkan berat badan dalam jangka panjang. Apa penyebabnya?

Hingga pembahasan artis Jeff Smith yang mengaku menggunakan ganja karena tidak bisa tidur. Menurut para ahli, karena sifat depresannya, ganja memang membuat Anda mengantuk.

Baca juga: [POPULER SAINS] Pembukaan Konten TikTok untuk Melahirkan Dikutuk | Cat paling putih di dunia untuk melawan pemanasan global

Berikut ulasan tentang berita sains populer:

1. Masker ganda lebih efektif mencegah Covid-19

Peneliti di School of Medicine di University of North Carolina, Amerika Serikat, baru-baru ini mempublikasikan penelitian tentang manfaat penggunaan double mask atau double mask yang dinilai efektif mencegah Covid-19.

Menurut penulis utama studi Emily Sickbert-Bennett, itu karena perlindungan ekstra yang diberikan topeng ganda tidak hanya tentang menambahkan lapisan kain, tetapi juga menghilangkan celah atau area topeng yang tidak pas.

Studi ini dipublikasikan di JAMA Internal Medicine, Jumat (16/4/2021).

“Kami menemukan bahwa jika satu masker dipasang longgar tidak akan ada manfaat filtrasi, tapi dua masker akan pas dan bisa (filter),” jelas guru besar penyakit menular di fakultas kedokteran ini, seperti dikutip dari CNN, Senin (19/4/2021).

“Topeng ganda terbaik adalah saat Anda dan orang yang berinteraksi dengan Anda masing-masing mengenakan topeng yang pas (tidak longgar),” jelas Sickbert-Bennett.

Baca penjelasan lengkapnya di sini:

Studi Baru Mengungkapkan Masker Ganda Lebih Efektif Mencegah Covid-19

2. Banyak orang merasa sulit menurunkan berat badan dalam jangka panjang

SHUTTERSTOCK ilustrasi berat badan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang berkelanjutan sangat sulit bagi kebanyakan orang.

Studi ini melacak orang-orang dalam populasi umum selama lebih dari satu dekade dan menemukan bahwa mereka yang sudah kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung tetap kelebihan berat badan atau obesitas.

Orang yang tetap obesitas tampaknya memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah jantung dan risiko kematian dini dibandingkan orang lain dengan indeks massa tubuh yang lebih rendah.

Temuan ini menyoroti tantangan penurunan berat badan, yang sering kali dibingkai sebagai sesuatu yang memiliki keinginan kuat untuk dilakukan.

Baca hasil studi lengkapnya di sini:

Kebanyakan orang kesulitan menurunkan berat badan dalam jangka panjang

Ilustrasi ganja yang dibuat menjadi rokokSHUTTERSTOCK / Craig F Scott Ilustrasi ganja yang dibuat menjadi rokok

Akting artis Jeff Smith ditangkap karena penyalahgunaan obat ganja.

Sudah setahun dipakai, Jeff Smith mengaku mengonsumsi mariyuana karena tidak bisa tidur.

Menurut Dr. Hari Nugroho selaku peneliti dan ahli adiksi dari Mental Health Addiction and Neuroscience Jakarta, mengatakan bahwa ganja atau mariyuana memiliki khasiat depresan.

Karena merupakan obat depresan, mariyuana dapat mempengaruhi sistem saraf dengan memperlambat sistem saraf. “Dan efek yang dirasakan (saat menggunakan ganja) salah satunya kantuk,” kata Hari dihubungi Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Baca efek samping lengkap mariyuana di sini:

Jeff Smith menggunakan mariyuana karena dia tidak bisa tidur, ini adalah efek sampingnya

4. Atalia Praratya Positif Covid-19, peringatan bahwa vaksin tidak mencegah infeksi

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya di sebuah acara. Dermaga. Pemerintah Provinsi Jawa Barat Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya di sebuah acara.

Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan menyampaikan kabar positif terjangkit Covid-19 melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (17/4/2021).

Menurut ahli biologi molekuler Ahmad Utomo, apa yang dialami Atalia wajar saja. Pasalnya, vaksin Covid-19 tidak memberikan perlindungan 100 persen, tetapi melindungi dari munculnya gejala yang parah.

“Wajar saja. Proteksi vaksin terutama untuk mencegah gejala yang perlu dirawat di rumah sakit,” ujarnya kepada Kompas.com, Senin (19/4/2021).

Seperti dilansir Kompas.com (22/1/2021) sebelumnya, Ahmad menjelaskan, salah satu penyebab orang yang sudah divaksinasi masih bisa tertular Covid-19, karena suntikan diberikan di bagian bahu. Dimana suntikan di bahu menimbulkan antibodi IgG, bukan IgA.

“Kalau untuk mencegah infeksi, (yang dibutuhkan) bukan suntikan di bahu. Tapi, inhaler untuk memicu IgA di rongga pernapasan bagian atas,” imbuhnya.

Baca penjelasan lengkap mengapa ini wajar di sini:

Atalia Praratya Positif Corona, Pakar: Vaksin Cegah Gejala Parah Bukan Infeksi Covid-19

Source