Ponsel Vivo dilarang memasuki maskapai penerbangan Hong Kong karena dituding mudah terbakar

Suara.com – Kargo Udara Hong Kong secara resmi melarang atau memberlakukan embargo pada semua pengiriman smartphone Vivo. Pasalnya, salah satu model ponselnya, Vivo Y20, terbakar di bandara Hong Kong pada 10 April lalu.

“Dengan menyesal kami informasikan bahwa pembaruan embargo terbaru akan segera berlaku, termasuk untuk semua jenis ponsel Vivo,” kata pernyataan maskapai tertanggal 11 April itu, dikutip dari India Times, Senin (12/4/2021).

Kejadian ini akan mencoreng nama Vivo sebagai merek smartphone. Apalagi jika maskapai lain mencontoh keputusan yang melarang pengiriman smartphone Vivo menggunakan pesawat.

“Ini kecelakaan yang tidak menguntungkan,” kata Faisal Kawoosa, seorang analis di firma riset TechArc India.

Baca juga:
Dapatkan Sertifikasi, Vivo V21 5G Bakal Dirilis di Indonesia?

“Hal tersebut dapat menurunkan kepercayaan konsumen hingga akar permasalahan diketahui. Saya berharap Vivo dapat secara proaktif mengedukasi pemangku kepentingan tentang penyebab tersebut dan memastikan tidak ada kaitannya dengan desain produk dan lainnya,” tambah Kawoosa.

Senada dengan Kawoosa, N. Chandramouli selaku peneliti dari TRA Research India juga menyebut hal ini bisa menjadi masalah besar bagi Vivo jika tidak segera diatasi.

Ini karena semua bandara dan maskapai penerbangan akan memperhatikan situasi tersebut dan akan berdampak pada pelarangan yang meluas ke semua ponsel Vivo dalam penerbangan di seluruh dunia, kata Chandramouli.

Kasus embargo atau pelarangan ponsel bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada 2017 lalu, Samsung harus menarik kembali Galaxy Note 7 setelah ponsel dikabarkan meledak akibat kepanasan.

“Jika Anda ingat episode ledakan baterai Samsung, butuh waktu hampir empat hingga lima bulan agar krisis terkendali. Namun penjualan dan kepercayaan konsumen terus menurun dalam waktu yang lebih lama, bahkan setelah masalah aki teratasi, ”jelas Chandramouli.

Baca juga:
Spesifikasi Berbeda untuk Vivo X60 dan X60 Pro

“Pada akhirnya, konsumen adalah pendukung terbesar untuk merek apa pun. Jika konsumen mulai percaya bahwa ponsel Vivo meledak, hal itu dapat berdampak besar pada merek tersebut,” pungkasnya.

Source