Pololised Munarman, Kiai Zaenal Arifin: Lidahnya bisa menyebabkan kebohongan, fitnah dan adu domba! : Okezone Nasional

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Munarman dilaporkan ke polisi terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berita palsu. Laporan tersebut dibuat oleh Barisan Kesatria Nusantara.

(Baca juga: Lapor Munarman, Kiai Zaenal Arifin: Ulama Muak dengan Tingkahnya!)

Juru bicara Tentara Kesatria Indonesia, Kiai Zaenal Arifin mengungkapkan, laporan tersebut dibuat atas nama Barisan Ksatria Nusantara yang datang ke Polda Metro Jaya untuk mencari keadilan karena ucapan atau ucapan seseorang (Munarman) bisa berujung pada kebohongan, fitnah dan juga perkelahian. melawan satu sama lain. .

“Kami datang bersama kiai. Hari ini kami ingin menegakkan dan mencari keadilan karena karena lidah Munarman, masyarakat bingung,” ujarnya di Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020).

(Baca juga: Video Viral Bakal Dilaporkan ke Polisi, Munarman: Terserah!)

Ia melanjutkan, pihaknya turut menyayangkan anggota FPI karena jika masuk penjara tidak akan ada yang membelanya saat bergerak atas perintah seseorang. Selain itu, kebohongan Munarman menghina institusi kepolisian sebagai institusi resmi negeri ini.

“Salah satu ucapannya seperti Munarman, yang bilang yang mati tidak pakai senjata,” ujarnya.

Menurutnya, bahaya berbohong dan adu domba sangat luar biasa. Sebab dampak hikayat Munarman lebih besar dari pada dampak pembunuhan. Oleh karena itu, hal-hal seperti ini harus dihentikan dan diantisipasi jika tidak negara Indonesia dapat hancur, seperti yang terjadi di Suriah, Yaman dan Afghanistan. “Kami datang ke sini untuk menghentikan kebohongan ini,” katanya.

Pihaknya berharap Indonesia bisa damai dan tidak ada lagi kabar bohong. Hingga saat ini, kasus yang terjadi masih dalam penyelidikan, sehingga pihaknya berharap semua pihak bisa menahan diri hingga penyidikan ini selesai.

Sekretaris DPP FPI Munarman melaporkan berdasarkan pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008. Laporan tersebut tertuang dalam Nomor Lp / 7557 / XII / YAN.2.5 / 2020 / SPKT PMJ. Tanggal: 21 Desember 2020 atas nama pelapor atas nama H. ​​Zaenal Arifin.

Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Munarman enggan menanggapi viralnya video kiai dan pesantren (ponpes) yang ingin melapor ke polisi.

Terserah, kata Munarman saat ditemui di kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2020).

Ditegaskan terpisah, Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif tak mau menyikapi wacana pelaporan Munarman ke Polri.

“Hehe, lapor, lapor, lapor dan lapor,” ucapnya.

Source