Polisi Ungkap Penjualan Imam Paniel Rp. 1 Miliar Senpi ke KKB di Nduga

Jakarta

Polisi menduga pendeta yang menyuplai senjata api (senpi) kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, Paniel Kogoya memulai perbuatan ilegalnya sejak 2018 silam. Usai memeriksa Paniel, polisi menjelaskan modus operandi penjualan senpi ke KKB.

Paniel Kogoya sebenarnya sudah masuk daftar orang yang dicari (DPO) sejak Januari 2021 karena keterlibatannya dengan KKB Papua. Penangkapan Paniel ini merupakan pengembangan dari kesaksian Didy Chandra (DC) dan Fuad Arisetyadi (FA), yang merupakan tersangka kepemilikan Senpi.

“Tersangka DC bertemu dengan tersangka PK alias Peni di depan Pasar Oyehe, Kabupaten Nabire dan pada pertemuan tersebut DCW bersaudara menawarinya sebatang besi tua (senjata api). Namun tersangka PK alias Peni mengatakan ‘Saya tidak berani’ , lalu mereka bertukar nomor telepon. telepon selular dan kembali ke rumah masing-masing, ”kata Kepala Satgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4/2021).

Iqbal mengatakan, dua pekan setelah bertemu tersangka Didy Chandra Warobay, Paniel Kogoya menemui 3 orang di rumahnya. Ketiga orang tersebut mengaku sebagai anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.

“Setelah dua minggu tersangka PK alias Peni ada di rumah, tiga orang warga setempat yang mengaku bernama GG, JG dan satu orang lagi yang lupa namanya disebutkan. Dan yang dikatakan dari Kabupaten Nduga adalah OPM (Organisasi Papua Merdeka). ) dari kelompok Egianus Kogoya, ”jelas Iqbal.

Iqbal melanjutkan, ketiga anggota KKB yang dipimpin oleh Egianus Kogoya tersebut menyampaikan niat kedatangannya untuk mencari 4 senpi. Ketiga KKB tersebut mengklaim memiliki Rp. 1 miliar dana.

“Mengetahui hal itu, saat itu PK alias Peni menghubungi DC lewat telepon dan bertanya, ‘Adakah barang yang Anda sampaikan saat itu?’, ‘Ya ada,’ Senjata SS1 harganya 350 juta rupiah,” kata Iqbal. meniru percakapan itu.

“Dan keesokan harinya GG menyerahkan uang kepada PK lalu menghubungi DC untuk mengantarkan senjata ke suatu tempat,” imbuhnya.

Lihat berita lengkapnya di halaman berikutnya.

Tonton Video: Pendeta di Beoga Ungkap Kekejaman KKB: Sekolah, Gadis Hancur

[Gambas:Video 20detik]

Source