Polisi Tolak Laporan Mundur Munarman Terkait Klaim Senjata Laskar

Jakarta, CNN Indonesia –

Polda Metro Jaya menolak laporan tim kuasa hukum Sekjen Front Pembela Islam.FPIMunarman tentang dugaan pencemaran nama baik, Rabu (23/12).

Kuasa hukum Munarman, Kurnia Tri Royani, menyatakan pihaknya ingin melaporkan Ketua Front Kesatria Indonesia Zainal Arifin dan seseorang bernama Muhammad Rofii Mukhlis.

Zainal adalah pelapor Munarman terkait dugaan menghasut dan menyebarkan berita bohong tentang enam anggota FPI Laskar yang tidak bersenjata saat bentrok dengan aparat kepolisian di tol Cikampek.

Selain pencemaran nama baik, kata dia, pemberitaan juga terkait ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong.

“Kami sudah bertemu dengan pengabdian masyarakat di sini, setelah sekuat tenaga kami menjelaskan kepada mereka tentang masalah dan kronologisnya, kami tidak diterima,” kata Kurnia di Polda Metro Jaya, Rabu (23/12).

Kurnia mengatakan, polisi berdalih telah mengirim cukup banyak surat ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Jadi dirasa cukup, sementara kita berharap ada tanda terima dari sini ya, laporan kita diterima,” ujarnya.

Kurnia menyebut penolakan ini sebagai bentuk diskriminasi hukum. Pasalnya, polisi menerima laporan Zainal Arifin terhadap Munarman.

“Bagaimana mereka bisa lapor diterima, sedangkan kami laporkan tidak diterima. Jadi ada semacam diskriminasi hukum dan itu jelas,” kata Kurnia.

Diketahui, Senin (21/12), Munarman diberitakan Zainal Arifin. Zainal juga merupakan mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada era Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Laporan tersebut tertuang dalam LP / 7557 / XII / YAN 2.5 / 2020 / SPKT PMJ.

Munarman dikabarkan melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (22) UU ITE dan / atau Pasal 14, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1996 tentang Ketentuan Hukum Pidana dan / atau Pasal 160 KUHP.

(yoa / fra)

[Gambas:Video CNN]


Source