Polisi Sarawak akan mengambil tindakan terhadap wanita karena diduga membantu orang asing yang dites positif COVID-19 negara melarikan diri | Malaysia

Komisaris Polisi Sarawak Datuk Aidi Ismail memberi hormat kepada petugas dan Pasukan Operasi Umum Brigade Sarawak di markas Brigade Sarawak di Kuching, 2 Maret 2020. - Bernama pic
Komisaris Polisi Sarawak Datuk Aidi Ismail memberi hormat kepada petugas dan Pasukan Operasi Umum Brigade Sarawak di markas Brigade Sarawak di Kuching, 2 Maret 2020. – Bernama pic

UCHING, 20 Desember – Polisi akan menindak seorang wanita karena diduga membantu empat wanita Indonesia yang dites positif Covid-19 untuk melarikan diri dari negara itu, kata Komisaris Polisi Sarawak Datuk Aidi Ismail.

Aidi mengatakan polisi akan memulai penyelidikan mereka setelah wanita itu dibebaskan dari karantina.

Perempuan tersebut juga diduga sebagai pekerja lepas yang membantu pekerja asing mencari pekerjaan di negara bagian.

“Kami juga dapat memastikan bahwa keempat perempuan Indonesia tersebut telah ditahan oleh Tentara Nasional Indonesia di dekat Biawak (Aruk, Indonesia) kemarin,” kata Aidi saat dihubungi hari ini.

Dia juga mengatakan keempat wanita itu telah dipindahkan ke rumah sakit di Indonesia untuk perawatan medis.

Keempat wanita itu melarikan diri dari negara bagian itu pada 17 Desember dengan naik bus dari Sibu ke Serian sekitar pukul 1 pagi.

Dari sana, diyakini bahwa mereka berjalan ke Entikong, Kalimantan dengan menggunakan ‘jalan tikus’.

Namun, tidak jelas bagaimana keempat wanita itu sampai di Aruk, Indonesia.

Keempat wanita itu diyakini telah melarikan diri setelah mengetahui bahwa tes Covid-19 mereka positif.

Wanita yang akan dipanggil untuk penyelidikan, adalah orang yang membawa keempat wanita tersebut ke klinik swasta di Sibu untuk menjalani tes usap untuk keperluan pekerjaan.

Sementara itu, Komite Penanggulangan Bencana Negara juga meminta penumpang Bus Sungai Merah dengan nomor registrasi QSX 6722 untuk maju ke tes usap. – Borneo POst

Source