Polda Metro Jaya bersiap mencegah keramaian, memberlakukan pembatasan saat libur akhir tahun – Kota

Polda Metro Jaya meluncurkan Operasi Lilin Jaya yang bertujuan untuk menjaga ketertiban umum dan menindak pelanggaran protokol kesehatan selama masa libur akhir tahun.

Pihak berwenang akan mengerahkan pasukan gabungan 8.179 personel selama operasi 15 hari, yang akan berlangsung dari 21 Desember hingga 4 Januari, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Kata Yusri Yunus, Senin.

Terdiri dari 600 personel TNI, 7.052 anggota Polri, dan 525 pejabat dari Pemprov DKI Jakarta, kata Yusri seperti dilansir dari Antara. Tempo.co.

Personel gabungan tersebut akan ditempatkan di 90 pos keamanan dan 30 pos pelayanan di Jabodetabek.

“Mereka juga akan menjaga 1.558 gereja di Jakarta dan kota-kota satelitnya, 316 di antaranya akan mendapat pengamanan khusus,” kata Yusri.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes. Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihak berwenang akan mengalihkan lalu lintas untuk menangani kemacetan selama akhir tahun mudik (Keluaran).

“Kami akan fokus [securing traffic] di pinggiran Jakarta. […] Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak masuk ke Jakarta saat malam pergantian tahun dan tidak ada perayaan di jalan, “kata Sambodo seperti dikutip dari Antara. Kompas.com.

Dia memperkirakan dua puncak lalu lintas keluar selama musim liburan akhir tahun: dari 23 hingga 24 Desember untuk liburan Natal dan dari 30 hingga 31 Desember untuk liburan Tahun Baru.

“Perjalanan pulang-pergi untuk liburan Natal diperkirakan berlangsung pada 26 Desember, sedangkan untuk liburan Tahun Baru, akan berlangsung pada 3 hingga 4 Januari,” katanya.

Baca juga: Polisi melibatkan pengemudi ojek berbasis aplikasi untuk menegakkan aturan kesehatan di Jakarta

Kapolres Jakarta Insp. Jenderal Mohammad Fadil Imran mengatakan, selain menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas, Operasi Lilin Jaya tahun ini juga akan fokus pada penertiban transmisi COVID-19 di ibu kota.

“Operasi tahun ini akan sangat berbeda, karena kami juga akan melakukan langkah-langkah untuk mengendalikan dan menghentikan penularan COVID-19,” katanya, Senin.

Fadil mengatakan pihak berwenang tidak akan mengizinkan acara menarik orang banyak selama liburan akhir tahun, dan petugas polisi akan memantau daerah yang biasanya menjadi tempat perayaan Malam Tahun Baru.

Sambodo juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan tempat-tempat wisata, termasuk Pantai Ancol, Taman Mini Indonesia Indah, dan Kota Tua (Kota Tua Jakarta), untuk tutup lebih awal pada pukul 5 sore pada malam tahun baru.

“Kami juga akan mengecek kendaraan dan rest area di sekitar Jabodetabek secara acak untuk memastikan ada keramaian atau [other] pelanggaran protokol kesehatan, “kata Sambodo.

Dia mendesak masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, menambahkan bahwa pelanggar dapat dikenai sanksi berdasarkan Undang-Undang Nomor 93 tentang Karantina Kesehatan dan pasal 212, 214, 216 dan 218 KUHP.

Pasal 93 UU Karantina Kesehatan menetapkan bahwa orang yang melanggar karantina kesehatan dapat menghadapi hukuman penjara maksimal satu tahun dan / atau denda Rp 100 juta (US $ 6.238). (nal)

Source