PM Kamboja sangat menghargai peran China dalam perang global melawan COVID-19 – Xinhua

PHNOM PENH, 20 April (Xinhua) – Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada hari Selasa mengatakan dia sangat menghargai peran utama China dalam membantu negara lain untuk mencegah dan memerangi pandemi COVID-19.

Dalam pidato yang disampaikan melalui konferensi video pada sesi pembukaan Konferensi Tahunan Boao Forum for Asia (BFA) 2021, Hun Sen mengatakan pandemi COVID-19 terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat global dan pembangunan secara keseluruhan.

“Tidak ada negara yang aman kecuali semua negara aman,” katanya.

“Kamboja sangat menghargai perhatian dan komitmen China dalam implementasi Jalur Sutra Kesehatan di bawah Belt and Road Initiative (BRI) serta peran utama dalam menyediakan obat-obatan, pasokan medis, dan vaksin COVID-19 secara tepat waktu kepada banyak orang. negara, “tambahnya.

Perdana menteri Kamboja mengatakan bantuan kemanusiaan China “memberikan kesaksian yang jelas tentang kepemimpinan global China.”

Dia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat China yang telah memasok obat-obatan, persediaan medis, dan vaksin COVID-19 ke Kamboja.

BFA 2021 diadakan secara online dan offline di Boao, sebuah resor pesisir di Provinsi Hainan, China Selatan, dengan tema “Dunia yang Berubah: Gabung Tangan untuk Memperkuat Tata Kelola Global dan Memajukan Belt and Road Cooperation.”

Hun Sen mengatakan dunia memang membutuhkan pemerintahan global yang menjunjung multilateralisme dan menghormati hukum internasional dan kedaulatan setiap negara, terlepas dari ukuran atau kekayaannya, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai intinya.

“Kamboja mengakui peran sentral multilateralisme dalam mengatasi tantangan global yang kompleks dan saling terkait. Dalam konteks ini, setiap negara harus memainkan peran yang lebih aktif dalam tata kelola global dengan cara yang fleksibel, konstruktif, dan bertanggung jawab,” katanya.

Berbicara tentang BRI, Hun Sen memperkirakan BRI yang lebih dihidupkan kembali mampu mewujudkan solidaritas di antara semua negara untuk berkontribusi pada proses pemulihan.

Ia mengatakan, momentum positif yang dicapai BRI sejak awal telah berkontribusi pada peningkatan kerja sama regional dan global dalam hal infrastruktur hard and soft, ekonomi, perdagangan, peluang investasi, pertukaran budaya, dan konektivitas antar masyarakat.

“Di saat terjadi perlambatan ekonomi ini, BRI tetap menjadi motor penggerak untuk terus memperluas kerja sama antar negara di kawasan dan dunia demi perdamaian, keamanan, kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. Enditem

Source