Perusahaan bus Sarawak akan ‘dihukum berat’ jika ditemukan mengangkut migran tidak berdokumen | Malaysia

Perusahaan bus Sarawak akan ‘dihukum berat’ jika ditemukan mengangkut migran tidak berdokumen. – Foto oleh Sayuti Zainudin

KUCHING, 19 Des – Kementerian Transportasi Sarawak hari ini memperingatkan perusahaan bus regional bahwa tindakan yang tepat dan hukuman berat akan dikenakan kepada mereka jika pengemudi mereka diketahui mengangkut pekerja asing yang tidak berdokumen.

“Kami membutuhkan kerja sama penuh dari semua perusahaan bus regional atau ekspres untuk mengambil tindakan segera atas arahan berdasarkan keputusan Komite Manajemen Bencana Negara (SDMC),” kata Menteri Transportasi Datuk Lee Kim Shin dalam sebuah pernyataan.

Peringatan itu dikeluarkan setelah empat wanita Indonesia tidak berdokumen yang dites positif Covid-19 terdeteksi naik bus regional dari Sibu ke Serian pada 17 Desember.

Lee mengatakan SDMC, dalam pertemuannya kemarin, telah membuat sejumlah keputusan yang harus dipatuhi secara ketat oleh semua perusahaan bus regional atau ekspres yang beroperasi di Sarawak dengan segera.

Dia mengatakan mereka harus memastikan bahwa pekerja asing yang berniat membeli tiket bus untuk bepergian di Sarawak harus terlebih dahulu menunjukkan paspor mereka yang masih berlaku sebelum tiket dapat diberikan kepada mereka.

“Perusahaan bus harus sepenuhnya memastikan bahwa pengemudi bus mereka tidak mengambil penumpang apa pun terutama pekerja asing di sepanjang perjalanan bus regional atau ekspres,” kata Lee.

Dia mengatakan, penegak hukum seperti Departemen Imigrasi, polisi, Departemen Transportasi Jalan telah diminta untuk melakukan spot check di bus regional atau ekspres terutama untuk mendeteksi pekerja asing yang tidak berdokumen di negara bagian tersebut.

Berdasarkan rekaman CCTV, keempat wanita itu meninggalkan Sibu dengan bus sekitar jam 1 pagi pada 17 Desember dan mencapai Serian pada hari yang sama.

Setibanya di Serian, mereka menuju ke pasar perbatasan Entikong Indonesia dengan berjalan kaki melalui jalur tikus.

SDMC, dalam sebuah pernyataan pada 17 Desember, membenarkan bahwa empat wanita itu termasuk di antara sembilan kasus baru yang terdeteksi di negara bagian itu.

Mereka telah menjalani tes swap untuk Covid-19 pada 15 Desember di sebuah klinik swasta di Sibu dan hasilnya ditemukan positif pada 16 Desember.

Source