Pernikahan Adipati Dolken dan Canti Tachril Page semuanya

JAKARTA, KOMPAS.com – Artis peran Adipati Dolken akhirnya menggelar jumpa pers virtual terkait pernikahannya dengan Canti Tachril.

Pria yang akrab disapa Dodot ini berbagi pengalamannya di acara yang digelar di Bangka Belitung, 18 Desember 2020 itu.

Berikut ini rangkuman hal-hal pernikahan Duke Dolken dan Canti Tachril.

Baca juga: Pernikahan Adipati Dolken dan Canti Tachril Ditutup

1. Kebutuhan utama keluarga Canti Tachril

Sebelum mendapat restu, Adipati Dolken diberi syarat khusus dari keluarga Canti Tachril.

Bintang film Cinta untuk Dijual 2 Hal ini ditanyakan untuk mendalami agama sebelum menikah dengan Canti.

“Saya menerima kondisi tersebut dan bagi saya itu adalah kondisi yang menurut saya baik untuk keluarga saya dan Canti nanti,” kata Dodot.

Baca Juga: Sebelum Menikah, Adipati Dolken Diberi Syarat oleh Ayah Canti Tachril

2. Bulan madu yang gagal

Rencana Dodot dan Canti untuk berbulan madu di Bali terpaksa ditunda sementara karena perubahan regulasi bandara.

Pemerintah telah menerapkan sejumlah kebijakan baru untuk menekan penyebaran virus korona selama liburan akhir tahun.

Dodot dan Canti akhirnya memutuskan untuk tinggal di Bangka Belitung karena tidak bisa berbulan madu sesuai rencana.

Baca juga: Adipati Dolken dan Canti Tachril Gagal Berbulan Madu di Bali, Ada Apa?

3. Bukan Cokiber lagi

Setelah resmi menjadi suami Canti Tachril, Adipati Dolken melepaskan statusnya di media sosial sebagai Cokiber atau lelaki kita bersama.

“Dia itu Cokiber ya, tapi karena sudah menikah dengan saya, dia bukan lagi Cokiber,” kata Canti.

Dodot pun setuju dengan kata-kata istrinya.

Baca juga: Resmi Menikah, Canti Tachril: Adipati Dolken Bukan Cokiber

Namun ia tetap mengizinkan netizen memanggilnya Cokiber hanya di media sosial.

4. Menangis saat persetujuan diberikan

Emosi berbaur dengan kebahagiaan membuat Adipati Dolken menangis saat memberikan persetujuan di pernikahannya.

Namun perasaan lega langsung menghampirinya tak lama setelah resmi menjadi suami Canti Tachril.

“Setelah saya dikabulkan, saya nangis-nangis, nangis banget, nangis deras, karena saya cukup senang, senang banget, tanggal 18 akhirnya saya jadi suami yang sah,” ucapnya.

Baca Juga: Melepaskan Masa Jomblo, Adipati Dolken: Aku Menangis Sungguh, Menangis Keras

5. Gelar pernikahan impian yang gagal

Sebelum menikah dengan Canti Tachril, Adipati Dolken memiliki mimpi pernikahan di atas kapal.

Namun karena pernikahan di tengah pandemi, rencana menggelar pernikahan impian harus ditinggalkan.

Proses resepsi pernikahan akhirnya digelar di pantai di Bangka Belitung.

“Jadi sebenarnya Dodot punya pernikahan impian. Dia mau nikah di atas kapal tapi karena tidak memungkinkan, kami khawatir kapalnya akan tenggelam, akhirnya kami putuskan di pantai, ”kata Canti.

Baca juga: Adipati Dolken Gagal Menggelar Pernikahan Impian di Atas Perahu

6. Tidak dihadiri oleh orang tua

Orang tua Adipati Dolken tidak bisa hadir di pernikahan putranya karena jarak yang jauh.

Ibu yang tinggal di Jerman itu terpaksa membatalkan rencananya terbang ke Indonesia karena hal tersebut kuncitara.

Sedangkan ayahnya yang juga sedang berada di luar kota terpaksa tidak datang karena kondisi kesehatannya.

Baca juga: Adipati Dolken tetap bersyukur meski keluarga menyaksikan pernikahan lewat video call

Akhirnya Dodot menikah lewat video call agar orang terdekatnya tetap bisa menyaksikan momen sakral dalam hidupnya.

“Bagi saya, ketidakhadiran mereka bukan masalah besar karena mereka akan mendoakan saya dengan baik,” kata Dodot.

7. Masuk angin

Resepsi pernikahan di pantai membuat Dodot dan Canti masuk angin.

Angin pun bertiup cukup kencang saat keduanya menjalani sesi foto untuk mengabadikan momen pernikahan.

“Rasanya saya masuk angin karena angin sepoi-sepoi di pantai,” kata Dodot.

Baca juga: Gelar Resepsi Pernikahan di Tepi Pantai, Adipati Dolken dan Canti Tachril masuk angin

Source