Permohonan Giliran PKPU, Bagaimana Proyeksi Kinerja Waskita Beton (WSBP)?

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah emiten yang terlibat kasus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kembali meningkat, kali ini giliran PT Waskita Beton Precast Tbk. Bagaimana prospek kinerja anak usaha BUMN ini ke depan?

Merujuk pada data Sistem Informasi Pelacakan Perkara (SIPP) Pengadilan Niaga (PN) Jakarta Pusat, emiten berkode saham WSBP itu mendapat permintaan PKPU dari PT Hartono Naga Persada. Dalam petitumnya, sebagaimana dikutip Bisnis, Rabu (7/4/2021), pemohon meminta majelis hakim menerima dan mengabulkan keterangan sementara PKPU yang disampaikan seluruhnya.

Tidak disebutkan nilai atau syarat hutang yang menjadi pokok permohonan perkara ini. Yang jelas, perkara nomor 151 / Pdt.Sus-PKPU / 2021 / PN Jkt.Pst yang didaftarkan Rabu (31/3) itu akan memasuki sidang pada Kamis (8/4).

Seperti diketahui, WSBP merupakan anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), badan usaha milik negara di bidang konstruksi dan infrastruktur. Total kepemilikan saham WSKT di WSBP tercatat hampir 60 persen.

Sementara itu, belum banyak informasi yang terungkap terkait keberadaan Hartono Naga Persada. Satu-satunya informasi yang terungkap adalah perusahaan tersebut berdomisili di Jalan Ketanggungan-Slawi, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.

Bisnis sudah menghubungi Hartono Naga terkait permintaan PKPU untuk WSBP. Meski sudah dikonfirmasi, perseroan enggan menjelaskan kronologis dan detail permintaan tersebut.

Source