Perjalanan di Jabodetabek tidak membutuhkan surat hasil tes Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com – Orang yang bepergian di sekitar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid antigen test atau PCR test sebagai syarat perjalanan.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 Hal 3 Butir 3 huruf e.

Dalam poin ini juga dijelaskan bahwa persyaratan rapid antigen test tidak berlaku untuk pelayaran di lokasi terbatas antar pulau atau antar daerah aglomerasi.

“Perjalanan rutin di pulau Jawa melalui transportasi laut yang bertujuan untuk melayani pelabuhan antar pulau atau antar-domestik terbatas dalam suatu kawasan aglomerasi atau dengan transportasi darat, baik swasta maupun publik dalam kawasan aglomerasi perkotaan (Jabodetabek), tidak diharuskan untuk menunjukkan hasil antigen rapid test. trip, “tulis Circular.

Baca juga: Satgas Covid-19 Terbitkan Syarat Perjalanan Terbaru, Antigen Cepat Berlaku Selama 3 Hari

Namun, Surat Edaran yang ditandatangani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo pada Sabtu (19/12/2020) kemarin, memungkinkan Satgas Covid-19 daerah melakukan uji acak terhadap pemudik.

“Dalam keadaan tertentu terkait ketentuan pada poin d dan e, Satgas Penanganan Covid-19 Daerah dapat melakukan uji acak (Random test) antigen uji cepat atau RT PCR jika diperlukan,” tertulis secara melingkar.

Selain wisatawan di Jabodetabek, anak di bawah usia 12 tahun juga tidak diwajibkan untuk melakukan usap antigen atau PCR.

Hal tersebut disebutkan pada halaman 3 angka 3 huruf d Surat Edaran.

“Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diharuskan untuk melakukan tes RT-PCR atau tes antigen cepat sebagai syarat perjalanan.”

Baca juga: Anak di Bawah 12 Tahun Tak Perlu Tes Covid-19 Saat Bepergian

Selain kedua poin di atas, orang yang akan melakukan perjalanan harus tunduk pada klasifikasi wilayah perjalanan yang berbeda.

Ketentuan perjalanan yang ketat berlaku bagi mereka yang bertujuan ke pulau Bali melalui transportasi udara.

Setiap wisatawan harus menunjukkan surat tes PCR negatif. Surat tersebut berlaku maksimal tujuh hari sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk perjalanan dari jalur laut dan darat ke Bali, pemudik diharuskan menunjukkan hasil negatif dari pemeriksaan antigen cepat.

Surat tersebut dapat digunakan maksimal 3×24 jam sebelum pemberangkatan.

Persyaratannya lebih ringan bagi yang ingin berwisata ke daerah di Jawa.

Wisatawan tidak diharuskan menunjukkan hasil tes PCR, melainkan tes antigen cepat untuk semua rute keberangkatan, termasuk laut, darat dan udara.

Sementara untuk wilayah selain Jawa dan Bali, Satgas Covid-19 memberikan kelegaan lebih dengan tetap memperbolehkan penggunaan rapid test jenis antibodi.

“Selain ketentuan butir b dan c tentang Jawa dan Bali, tes cepat antibodi masih dapat digunakan sesuai dengan ketentuan yang ada,” bunyi surat tersebut.

Source