Peringatkan China, Kapal Perang AS Akan Lebih Tegas di LCS

Jakarta, CNN Indonesia –

Angkatan laut Amerika Serikat memperingatkan bahwa kapal perangnya akan lebih tegas dalam menanggapi ambisi ekspansionis Beijing di laut Cina Selatan (LCS).

Dalam dokumen penetapan tujuan untuk Angkatan Laut AS, Marinir dan Penjaga Pantai untuk tahun-tahun mendatang, Pentagon menekankan bahwa beberapa negara, terutama Rusia dan China, telah “memperebutkan keseimbangan kekuatan di bidang-bidang utama dan berusaha untuk merusak tatanan dunia. . “

“Pasukan Angkatan Laut kami yang ditempatkan secara global berinteraksi dengan kapal perang dan pesawat China dan Rusia setiap hari,” bunyi dokumen itu.

Dokumen-dokumen itu juga mencatat “meningkatnya agresivitas” kedua negara dan menggambarkan China sebagai “ancaman strategis jangka panjang yang paling mendesak”.

Untuk mempertahankan keunggulan strategis atas Angkatan Laut China, Angkatan Laut AS berencana untuk memodernisasi kekuatan tempurnya dengan kapal-kapal yang lebih kecil, lebih gesit, dan bahkan dapat diujicobakan dari jarak jauh.

Angkatan Laut AS mengatakan kekuatan tempur angkatan laut China telah tiga kali lipat hanya dalam dua dekade terakhir.

“(Kapal AS juga akan) menerima risiko taktis yang diperhitungkan dan mengadopsi postur yang lebih kuat dalam operasi sehari-hari kami,” kata dokumen itu.

Dilaporkan AFP, Jumat (18/12), Laksamana Muda Jay Bynum menilai langkah tersebut “lebih responsif dan lebih tegas”.

“Dulu, sikap kami mengalami deeskalasi. Kami akan berpaling dan meminimalkan risiko dalam kontak individu,” katanya.

Insiden terbaru antara pasukan Angkatan Laut AS dan China terjadi pada akhir Agustus. Saat itu Beijing mengatakan telah mendorong kapal perang Amerika dari pulau Paracel di Laut China Selatan yang disengketakan.

Untuk melawan China, AS telah lebih sering mengirim kapal ke wilayah itu untuk operasi “kebebasan navigasi”.

Seperti diketahui, negara-negara Asia Tenggara termasuk Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam kerap bentrok dengan China atas klaim mereka di hampir semua pulau di Laut China Selatan.

Selain itu, dokumen Pentagon juga mengatur bahwa Angkatan Laut AS akan sering muncul di perairan Pasifik.

“(Kami) akan mendeteksi dan mendokumentasikan tindakan rival kami yang melanggar hukum internasional, mencuri sumber daya, dan melanggar kedaulatan negara lain,” kata dokumen itu.

(ans / dea)

[Gambas:Video CNN]


Source