Perbedaan Antara Garam Himalaya dan Garam Dapur Biasa semua

KOMPAS.com – Garam adalah bumbu yang hampir selalu digunakan untuk membumbui hidangan. Ada beberapa jenis garam yang bisa digunakan salah satunya adalah garam Himalaya.

Garam Himalaya dikatakan lebih sehat daripada garam meja biasa. Alasan inilah yang kemudian menyebabkan sebagian orang mengganti garam meja mereka dengan garam Himalaya.

Lalu apa sebenarnya perbedaan antara garam meja dan Himalaya?

Baca juga: Deddy Corbuzier Cuma Konsumsi Garam Himalaya, Apa Bedanya dengan Garam Meja?

Garam meja atau garam meja

Ilustrasi garam epsom.SHUTTERSTOCK / INEWSFOTO Ilustrasi garam epsom.

Garam meja atau garam meja dibuat dengan mengekstraksi endapan alam dan memanaskannya menggunakan suhu hingga 1.200 derajat Fahrenhait atau 648 derajat Celcius.

Proses ini kemudian mengurangi kandungan mineral dalam garam meja. Di beberapa negara garam meja juga ditambahkan dengan kandungan yodium, mengutip halaman Healthline.

Menambahkan yodium ke garam meja adalah tindakan pencegahan terhadap kekurangan yodium.

Ada juga yang mengatakan bahwa garam meja atau garam meja ditambah dengan zat aditif yang biasa disebut dengan agen anti-caking. Tujuannya agar garam tidak mudah menggumpal.

Meski begitu, garam meja tetap aman dikonsumsi karena mengandung 97 persen atau lebih natrium klorida murni.

Baca juga: Apa itu Garam Himalaya? Dikatakan lebih sehat dari garam biasa

Garam merah muda ini berasal dari tambang garam Khewra, tambang terbesar kedua di dunia yang terletak di Pakistan.

Berkat garam Himalaya yang diproses secara alami, warnanya menjadi merah muda.

Garam Himalaya mengandung lebih sedikit kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium dibandingkan garam meja biasa. Begitu juga dengan kadar natrium.

Banyak orang menyukai garam Himalaya karena dianggap lebih murni dan sehat.

Terkadang ada juga yang menggunakan garam himalaya sebagai pengganti garam meja untuk memasak makanan pendamping atau menu diet.

Perbandingan mineral

Ilustrasi garam halus Himalaya.PEXELS / KAROLINA GRABWSKA Ilustrasi garam halus Himalaya.

Mengutip dari halaman Sangat Cocok, Singkatnya, garam meja memiliki kandungan natrium yang lebih tinggi dan garam Himalaya lebih tinggi pada mineral lainnya.

Lebih mudahnya, dalam satu gram garam dapur mengandung kurang lebih 381 miligram natrium dan 0,01 miligram zat besi.

Sedangkan satu gram garam Himalaya mengandung 368 miligram sodium dan 0,03 miligram zat besi.

Berikut ini adalah penjelasan rinci:

  • Garam: kalsium 0,03 persen, kalium 0,09 persen, magnesium 0,01 persen, zat besi 0,01 persen, dan natrium 39,1 persen.
  • Garam Himalaya mengandung kalsium 0,16 persen, kalium 0,28 persen, magnesium 0,1 persen, zat besi 0,0004 persen, dan natrium 36,8 persen.

Baca juga: 5 Manfaat Garam Himalaya, Makanan Lezat dan Baik untuk Kesehatan

Mana yang lebih baik, garam Himalaya atau garam meja?

Ternyata belum bisa disimpulkan mana yang lebih baik karena sampai saat ini belum ada penelitian yang membandingkan efek penggunaan garam himalaya atau garam meja.

Meski begitu, Anda bisa mengganti garam meja dengan garam himalaya jika ingin mengurangi konsumsi yodium atau menghindari zat aditif.

Baca juga: Resep Tahu Garam Cabai ala Restoran, Bisa Jadi Snack atau Lauk

Namun perlu diingat bahwa tubuh tetap membutuhkan yodium, sehingga Anda harus mencukupi kebutuhan dengan mengonsumsi makanan lain, seperti telur atau rumput laut.

Terakhir, harga garam Himalaya sedikit lebih tinggi dari garam meja biasa.

Source