Penuhi Asupan Gizi Anak Saat Puasa dengan Diet Serat Inulin, Ini Manfaatnya

Parapuan.co – Bulan Ramadhan ini mungkin bisa menjadi salah satu momen bagi Kawan Puan untuk mengajarkan puasa kepada anak-anak.

Namun, meminta anak berpuasa di tengah pandemi mungkin membuat Kawan Puan khawatir.

Anda mungkin mengira anak Anda akan menjadi lemah dan sistem kekebalannya akan menurun.

Pasalnya, anak tidak akan makan dan minum dalam waktu yang lama, sobat mungkin khawatir kekebalan tubuhnya akan menurun.

Luncurkan dari Kompas.com, Dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A. Dokter Spesialis Anak RSAB Harapan Kita menyampaikan bahwa orang tua sudah bisa mengenalkan puasa kepada anak sejak usia 4 tahun.

Namun untuk praktiknya, Nafisah Aulia, penulis buku 1001 Cara Ampuh Melatih Anak Puasa, mengatakan usia 5 hingga 7 tahun merupakan momen yang tepat bagi anak untuk mulai belajar berpuasa.

Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Mengajari Anak Puasa, Bisa Melatih Si Kecil Berbagi

Karena pada usia 5 sampai 7 tahun, anak mulai mampu berpikir kritis sekaligus masa yang berpengaruh dalam pembentukan pribadinya.

Selain itu, anak juga bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru dan lebih memahami keterampilan yang diajarkan orang tua.

Sehingga orang tua bisa memberikan rangsangan untuk menguatkan mental tentang bagaimana menahan lapar dan haus saat berpuasa meski hanya setengah hari.

Saat anak mulai belajar puasa, Kawan Puan harus terus menjaga kondisinya dan memberikan asupan yang cukup.


Orang tua mungkin memiliki kekhawatiran bahwa sistem kekebalan tubuh anak akan menurun selama puasa dan tidak mampu melawan kuman dan virus.

Namun tak perlu khawatir, Kawan Puan bisa mengatasinya dengan memberikan asupan yang tepat.

Hal ini senada dengan yang diungkapkan dr. Muliaman Mansyur, Kepala Bagian Gizi KALBE Medis, melalui rilis yang dikirimkannya, Minggu (18/4/2021).

Penelitian menunjukkan bahwa orang tua semakin sadar akan efek positif gizi bagi kesehatan dan sistem kekebalan anak, termasuk kesadaran akan pentingnya asupan gizi yang sehat.

“Saat berpuasa atau belajar berpuasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) agar setiap proses biologis yang terjadi di dalam tubuhnya dapat berjalan dengan optimal,” terangnya.

Baca Juga: Kebenaran Intuisi Seorang Ibu, Kenapa Harus Percaya?

Oleh karena itu, selain zat gizi di atas, perlu juga melengkapi dengan beberapa zat gizi yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh, salah satunya adalah asupan probiotik dan prebiotik. Penting bagi orang tua untuk memastikan agar anak mendapatkan semua zat gizi tersebut. yang mereka butuhkan saat sahur dan berbuka puasa. ”lanjut dr Muliaman.


dr. Muliaman meyakinkan orang tua agar tidak takut daya tahan tubuh anak akan menurun saat berpuasa, selama anak dipastikan mendapat asupan gizi yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

“Kunci utama agar anak tetap fit dan daya tahan tubuh yang kuat adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Saat berpuasa di tengah pandemi Covid-19, orang tua bisa menerapkan pola makan dengan gizi seimbang dan cukup cairan kepada anaknya saat sahur dan berbuka. puasa mereka, ”kata dr Muliaman.

Probiotik merupakan bakteri baik yang hidup di saluran pencernaan, sedangkan prebiotik merupakan jenis serat yang menjadi sumber makanan bagi bakteri baik termasuk probiotik, sehingga dapat tumbuh, berkembang dan bekerja secara efisien.

Saat pemberian prebiotik, kadar bakteri di saluran pencernaan menjadi seimbang, sehingga nutrisi yang didapat tubuh dapat terserap dengan baik dan juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh.

Baca juga: Tak hanya obat kumur, ini 5 cara mencegah bau mulut saat berpuasa

Penyerapan zat gizi yang baik selanjutnya dapat membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja secara maksimal, meskipun anak tersebut sedang belajar berpuasa, baik selama setengah hari, atau sehari penuh untuk anak yang lebih besar.


Salah satu jenis prebiotik yang diakui secara ilmiah adalah serat makanan inulin.

Secara alami, serat pangan inulin dapat ditemukan pada berbagai buah, sayur, umbi-umbian seperti Akar Sawi Putih.

Baca juga: Usai Berbuka Puasa, Badan Makin Lemas? Ikuti Saran Ini Agar Tidak Mengganggu Ibadah

“Efek menguntungkan dari serat makanan inulin terutama berperan dalam usus besar. Usus merupakan organ terbesar untuk membantu sistem pertahanan tubuh.

“Manfaat inulin sebagai nutrisi penting selain untuk kesehatan pencernaan dan kekebalan tubuh juga berdampak positif bagi kesehatan di masa mendatang, yaitu menurunkan risiko obesitas, penyakit radang usus, dan alergi,” jelas dr Muliaman.

Prebiotik dalam serat makanan inulin juga membantu penyerapan kalsium dan meningkatkan kepadatan tulang serta mengatur rasa kenyang.

Nutrisi tersebut perlu ada dalam makanan sehari-hari anak, terutama saat anak belajar berpuasa atau sedang berpuasa.

Source