Penjelasan NASA tentang fenomena pelangi di Mars

Jakarta, CNN Indonesia –

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menanggapi publik yang merespon ada pelangi di Mars dalam foto terbaru dari robot Ketekunan. Pelangi ini sempat menimbulkan spekulasi massal di dunia maya.

Bukti ilmiah menunjukkan bahwa pelangi seharusnya tidak pernah muncul di Mars. Pelangi di Bumi muncul saat sinar matahari memenuhi dan memantulkan bias cahaya ke tetesan air, tetapi mengingat atmosfer yang dingin, tipis, dan kering di Mars, potensi pelangi untuk muncul di Mars sangat kecil.

Pengguna situs Reddit berspekulasi bahwa hal itu bisa terjadi dengan adanya fenomena busur debu, di mana sinar matahari dipantulkan dan dibiaskan oleh partikel debu, bukan dari tetesan air.



Dilansir The Hill, menurut anggota tim NASA Rich Zurek ada kemungkinan “icebows” bisa muncul di Mars, meski tidak ada tetesan air. Ini diamati pada tetesan salju di Polandia.

Namun, teori yang dianggap paling mendukung keberadaan pelangi di Mars adalah karena hasil pantulan cahaya dari kamera yang mengambil foto tersebut. Cahaya masuk dan menyebar secara acak di dalam lensa.

Ada juga spekulasi bahwa fenomena mirip pelangi ini diduga disebabkan oleh pantulan cahaya ke kristal es di atmosfer Mars yang sangat rapuh dan sangat kering.

Foto ini diambil dari kamera belakang Perseverance yang mengarah ke selatan menghadap Matahari sebagai jepretan. Gambar pelangi yang sama juga muncul selama beberapa hari pada posisi yang sama. Sehingga diperkirakan bias cahaya terjadi akibat artefak dari kamera.

Selain planet Mars, pemandangan serupa juga terlihat di planet Venus yang disebut ‘kemuliaan’. Hal ini terjadi karena adanya tetesan asam sulfat di atmosfer Venus.

Sedangkan di bulan Saturnus, Titan, telah terjadi hujan metana yang memungkinkan terjadinya fenomena pelangi di planet ketujuh.

Sementara itu, NASA membalas melalui Twitter dengan mengatakan pelangi tidak mungkin terjadi di Mars.

“Pelangi terjadi karena pantulan cahaya di sekitar titik air, tetapi tidak ada cukup air di sini untuk menjadi embun dan terlalu dingin untuk air cair di atmosfer. Busur ini adalah pijar lensa,” tulis NASA.

(can / fea)

[Gambas:Video CNN]


Source