Pengunjuk rasa menuntut penyelidikan atas pembunuhan anggota FPI oleh polisi – Kota

Ratusan pengunjuk rasa dari Front Pembela Islam (FPI) dan kelompok yang menamakan diri mereka Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak) menggelar protes pada hari Jumat di Jakarta Pusat menuntut penyelidikan transparan atas kematian enam anggota FPI dan pembebasan FPI. pemimpin Rizieq Shihab.

Para pengunjuk rasa, berkumpul di sekitar Jl. MH Thamrin pada Jumat sore dalam protes yang mereka juluki “protes 1812”.

Mereka menuntut penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan enam anggota FPI dalam dugaan bentrokan dengan polisi pada 7 Desember. Mereka juga meminta polisi untuk membebaskan ulama kontroversial Rizieq yang ditahan sejak Minggu setelah ia ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan protokol kesehatan. pembobolan terkait acara yang digelar di rumahnya dan markas grup di Petamburan, Jakarta Pusat, bulan lalu.

Baca juga: Komnas HAM panggil Kapolres, Direktur Tol Soal Pembunuhan Pendukung FPI

Protes itu ditolak izin dari Polda Metro Jaya karena kekhawatiran COVID-19. Namun, pasukan gabungan yang terdiri dari sedikitnya 5.000 polisi, personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan perwira lainnya dikerahkan untuk memastikan keamanan selama protes.

“Kami sudah menyiapkan sedikitnya 5.000 personel. Kami juga memiliki 7.500 personel sebagai cadangan, ”juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Yusri Yunus mengatakan pada hari Jumat, kompas.com dilaporkan.

Juru bicara Kepolisian Nasional Insp. Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Polri juga mengerahkan 2.690 personel dari Brimob Polri untuk membantu mengamankan aksi protes.

Dia mengatakan bahwa polisi memutuskan untuk tidak mengeluarkan izin protes pada hari Jumat karena kekhawatiran cluster transmisi COVID-19 baru muncul dari pertemuan tersebut.

“Protokol kesehatan harus ditegakkan. Itulah mengapa kami dengan tegas tidak memberi [the protest] izin, ”kata Argo, Kamis.

Polisi terlihat di lokasi aksi yang dilengkapi perlengkapan anti huru hara pada Jumat siang saat pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kawasan Thamrin.

Para pengunjuk rasa awalnya berencana menggelar aksi di depan Istana Negara di Jakarta Pusat. Namun, polisi membentuk barikade manusia dan mencegah pengunjuk rasa sampai ke Monumen Arjuna Wiwaha (Patung Kuda).

Personel polisi juga mencoba membujuk para pengunjuk rasa secara lisan untuk membubarkan diri.

“Hindari keramaian, tolong bubar. Jumlah kasus COVID-19 di Jakarta masih tinggi, “kata seorang polisi melalui pengeras suara di lokasi protes seperti dilansir oleh kompas.com.

Beberapa bentrokan kecil terjadi saat polisi berusaha membubarkan massa. Anggota polisi mendorong kembali pengunjuk rasa ke kawasan Tanah Abang.

Baca juga: Penyelidikan dimulai setelah enam anggota FPI dibunuh polisi

Sementara itu, kuasa hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan tidak ada perintah langsung dari pimpinan kelompok tersebut terkait aksi protes Jumat.

“Protes hari ini atau protes di masa depan tidak ada hubungannya dengan Rizieq Shihab. Tidak ada instruksi untuk protes yang datang dari dia, ”katanya.

Aziz mengatakan para pengunjuk rasa hanya ingin mengungkapkan tuntutan mereka untuk keadilan bagi enam anggota FPI yang terbunuh dan agar pemimpin mereka Rizieq dibebaskan.

“[The protest] Itu inisiatif umat Islam dan orang-orang yang tidak bisa menerima ketidakadilan atau kriminalisasi ulama, ”tambahnya.

Source