Penggerebekan Zonasi, Siapa yang Membocorkan Informasi Pencarian KPK ke PT Jhonlin?

Jakarta

Dugaan bocoran info mengemuka setelah penyidik ​​KPK kembali dengan tangan kosong saat melakukan penggeledahan di Kalimantan Selatan (Kalimantan Selatan). Siapa yang membocorkan info pencarian?

Pencarian dilakukan pada Jumat (9/4/2021). Dua lokasi yang digeledah, yaitu kantor PT Jhonlin Baratama dan satu lokasi di Kecamatan Hambalang, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Setelah melakukan penggeledahan, KPK tidak menemukan apapun dari kedua lokasi tersebut. KPK menduga alat bukti yang akan dicari sudah dihilangkan.

“Di dua lokasi tersebut tidak ditemukan bukti yang dicari KPK karena diduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja kehilangan,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Pencarian dilakukan terkait kasus dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak (Direktorat Jenderal Pajak) Kementerian Keuangan. Ali menegaskan, KPK akan mengusut tuntas hilangnya alat bukti yang dimintakan itu.

“KPK mengingatkan pihak-pihak yang dengan sengaja mencegah, menghalangi, atau menggagalkan proses penyidikan yang sedang berjalan, bisa menghadapi sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 21 UU Tipikor,” kata Ali.

Meski tidak menemukan apa-apa, Ali menegaskan penyidik ​​bekerja sesuai prosedur. Dia enggan memperdebatkan lebih jauh soal ketiadaan alat bukti di dua lokasi di Kalimantan Selatan itu.

Dugaan tentang penyebab hilangnya barang bukti kemudian bermunculan. Salah satunya adalah dugaan kebocoran informasi. Demikian disampaikan Zaenur Rohman peneliti di Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM).

“Misalnya ada yang mencurigai adanya kebocoran informasi, ya, kemungkinan besar terjadi kebocoran informasi. Apakah itu penyebabnya? Entahlah, tapi proses hukumnya, kebocoran informasi sangat mungkin terjadi,” katanya, Sabtu (10/4).

Ia juga menilai, hilangnya barang bukti bisa disebabkan oleh lamanya penggeledahan dari satu tempat ke tempat lain. Menurut dia, KPK terlambat melakukan penggeledahan.

“Dilihat dari kasus dugaan suap pajak, memang terlihat ada jeda yang cukup lama antara pencarian di satu tempat dengan tempat lainnya, dan inilah pertanyaan Pukat kenapa ada jeda waktu yang begitu lama. Jadi, saat penggeledahan dilakukan , tidak ada bukti yang ditemukan., “katanya.

Lihat juga ‘Kasus KPK SP3 Sjamsul Nursalim, Ahli: Dampak Revisi UU KPK’:

[Gambas:Video 20detik]

Source