Pengadilan Jawa Barat menghukum mati geng narkoba pimpinan Iran – Nasional

Pengadilan negeri di Jawa Barat telah menjatuhkan hukuman mati kepada sekelompok lebih dari selusin pengedar narkoba, termasuk pasangan Iran dan seorang pria Pakistan, kata kantor kejaksaan.

Sebanyak 13 tersangka – tiga orang Iran, seorang Pakistan dan sembilan orang Indonesia – diperintahkan untuk dieksekusi oleh regu tembak karena peran geng tersebut dalam menyelundupkan sekitar 400 kilogram (880 pon) metamfetamin, menurut pihak berwenang.

Putusan itu disampaikan videolink Selasa malam di kota Sukabumi, Jawa Barat, tempat anggota jaringan narkoba ditangkap Juni lalu, karena pembatasan Covid-19.

Hossein Salari Rashid Iran memimpin plot penyelundupan, kata Bambang Yunianto, kepala kantor kejaksaan Sukabumi.

“Ada empat WNA dalam rombongan dengan (Rasyid) dalang kejahatan. Dia divonis bersama istrinya,” kata Bambang.

Tangkapan layar video online yang menunjukkan terdakwa kasus narkoba Sukabumi divonis hukuman mati.  (The Jakarta Post / Twitter).  Penggunaan: 0Tangkapan layar video online yang menunjukkan terdakwa kasus narkoba Sukabumi divonis hukuman mati. (The Jakarta Post / Twitter). Penggunaan: 0 (The Jakarta Post / Twitter)

Putusan hari Selasa itu merupakan rekor jumlah pengedar narkoba yang dihukum mati pada satu waktu di Indonesia, kata Amnesty International.

Ini menambah jumlah orang yang dijatuhi hukuman mati di negara Asia Tenggara tahun ini menjadi 30 orang, termasuk beberapa orang asing, kata kelompok hak asasi manusia itu.

Sebagian besar adalah kasus perdagangan narkoba, tambahnya.

Indonesia memiliki beberapa undang-undang antidrug terberat di dunia, tetapi telah menunda pelaksanaan eksekusi selama beberapa tahun.

Pada tahun 2019, seorang pengedar narkoba Prancis yang sempat terpidana mati melihat hukumannya dikurangi menjadi hukuman penjara yang lama di tingkat banding.

Setahun sebelumnya, delapan penyelundup Taiwan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Indonesia setelah ditangkap dengan sekitar satu ton sabu kristal.

Beberapa pedagang asing telah dieksekusi oleh regu tembak, termasuk warga Australia Andrew Chan dan Myuran Sukumaran pada 2015, sebuah kasus yang memicu kemarahan diplomatik dan seruan untuk menghapus hukuman mati.

Pasangan itu adalah tersangka biang keladi dari apa yang disebut geng penyelundupan heroin Bali Nine.

Source