Pengacara Rizieq Membentak Jaksa Penuntut: Silent Brother! Semua halaman

JAKARTA, KOMPAS.com – Kuasa hukum Rizieq Shihab dan jaksa penuntut umum kembali berdebat sengit dalam sidang eksepsi, Selasa (23/3/2021).

Salah satu kuasa hukum Rizieq, Munarman, meneriaki jaksa karena tidak menerima interupsi.

Perdebatan masih diwarnai seputar persidangan virtual. Kuasa hukum Rizieq ingin kliennya selalu hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, bukan dari Rutan Bareskrim.

Munarman meminta hakim menunda persidangan hari ini dan menjadwal ulang sidang berikutnya agar rutin digelar offline.

Baca Juga: Rizieq Tolak Bacakan Pengecualian Virtual, Sidang Diwarnai Perdebatan Panas

Ia menilai, kekhawatiran majelis hakim dan jaksa terkait penyebaran Covid-19 jika persidangan digelar secara tatap muka atau offline tidak beralasan.

“Untuk Covid, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah mulai sekolah tatap muka. Di Bekasi, Pasuruan, Blitar, sekolah sudah buka. Semuanya sudah normal kembali,” kata Munarman.

Jaksa kemudian menyinggung soal pendukung Rizieq yang berada di luar Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia khawatir para pendukung yang berkumpul akan kesulitan menjaga protokol kesehatan jika ada Rizieq.

“Yang menjamin pengunjung di luar mematuhi protokoler,” kata jaksa.

Baca juga: Penasehat Hukum Himbau Simpatisan Rizieq Shihab Jaga Pengadilan dari Rumah

Namun, Munarman menegaskan, pihaknya akan mengajukan banding kepada pendukung Rizieq di luar gedung pengadilan untuk menjaga tata tertib kesehatan saat Rizieq dihadirkan.

Dia juga menegaskan, masalah mendukung Rizieq di luar PN Jakarta Timur ditangani oleh aparat kepolisian, bukan kejaksaan.

Perdebatan memanas saat Munarman berbicara namun diinterupsi oleh anggota jaksa penuntut.

“Sebentar saudara ini. Ini giliranku! Diam! Tertiblah,” kata Munarman.

Hakim menenangkan Munarman agar bisa menahan emosinya. “Mohon menahan diri dari semua ini,” kata hakim.

Hakim menyatakan akan mengakomodasi masukan yang diajukan baik terdakwa maupun jaksa. Sementara itu, hakim menangguhkan persidangan untuk doa dan makan siang.

“Sudah waktunya sholat. Sambil mikir-mikir, kita akan kembali pukul satu dan masuk lagi pukul 13.00 WIB,” kata Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa.

Source