Peneliti Prancis Mengingatkan Makan di Luar Meningkatkan Risiko Anda Tertular Corona

Paris

Peneliti Prancis menyatakan bahwa menghabiskan waktu di bar atau restoran meningkatkan risiko tertular virus Corona (COVID-19). Sama halnya dengan mengundang tamu untuk makan malam bersama yang juga berperan penting dalam penularan virus Corona.

Sebagaimana dilaporkan AFP, Jumat (17/12/2020), studi terbaru dari peneliti Prancis menambah bukti bahwa bersosialisasi dan makan di luar jauh lebih berbahaya dibandingkan aktivitas lain seperti menggunakan transportasi umum atau berbelanja.

Hasil studi terbaru ini terungkap ketika Eropa dan Amerika Serikat (AS) dilanda lonjakan jumlah penularan Corona jelang musim liburan yang biasanya identik dengan pesta dan acara kumpul keluarga.

Para peneliti dari Institut Pasteur Prancis mencoba mencari tahu faktor-faktor apa yang membedakan peserta yang tertular virus Corona dari mereka yang tidak. Faktor yang diteliti terdiri dari profesi, moda transportasi, dan tempat yang dikunjungi.

“Kami melihat peningkatan risiko terkait dengan mengunjungi bar dan restoran,” kata pemimpin studi Arnaud Fontanet, seorang ahli epidemiologi dan anggota dewan sains yang memandu pemerintah Prancis.

Studi tersebut, yang disebut ComCor, belum ditinjau oleh kelompok peneliti lain, tetapi telah diberitahukan oleh tim Coronavirus Rapid Response di Prancis. Ia juga mencatat bahwa studi dilakukan pada bulan Oktober dan November, selama periode jam malam awal dan ketika pembatasan lebih ketat yang mengharuskan sebagian besar pusat bisnis untuk menutup sebagian atau seluruhnya.

Fontanet memberi tahu AFP bahwa karena bar dan restoran tidak beroperasi secara normal, sulit untuk mengukur peran pasti yang mereka mainkan dalam penularan, dan menyadari bahwa menutup pusat bisnis adalah hal yang ‘sensitif’ langka.

Kafe dan restoran di Prancis tetap tutup bahkan setelah pembatasan nasional dilonggarkan awal pekan ini.

Source