Penderita Kanker Perlu Mendapatkan Vaksin Corona, Dibekali Pengawasan

Dokter yang tergabung dalam Ikatan Penyakit Dalam Indonesia itu mengatakan, ada beberapa kriteria pasien kanker yang bisa mendapat vaksin COVID-19.

“Pada penderita kanker yang dalam remisi setelah pembedahan, remisi lengkap, apakah menderita penyakit serviks atau prostat, kemudian payudara, dan dinyatakan remisi berarti tidak ada lagi kanker, itu diperbolehkan,” ujarnya.

Selain itu, vaksin juga diberikan kepada pasien kanker dengan status imun yang baik dengan melihat gejala sistemik, kadar leukosit yang normal, dan pasien yang telah menjalani kemoterapi sistemik aktif selama 6 bulan.

Mengenai vaksin apa saja yang bisa digunakan, Djumhana mengatakan vaksin COVID-19 yang tidak direkomendasikan, seperti vaksin hidup dan replikasi yang kompeten dari vektor virus adenovirus.

Suntikan juga harus di bawah pengawasan ahli onkologi dan diberikan di rumah sakit atau pusat layanan kanker.

Djumhana mengatakan, menurut American Cancer Society, tes vaksin COVID-19 saat ini belum memasukkan pasien kanker yang sedang menjalani terapi dan mendapat pengobatan imunosupresan.

Ia mengungkapkan, dalam vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19, hanya 3,7 persen orang yang memiliki riwayat keganasan dan pernah dirawat. Oleh karena itu, tidak jelas seberapa jelas pasien kanker dalam perawatan aktif akan menanggapi vaksin tersebut.

Source