Penderita Kanker Bisa Mendapatkan Vaksin Covid-19 dengan Kondisi



JAKARTA – Hari Kanker Dunia 2021 diperingati di tengah pandemi virus corona. Pasien kanker perlu divaksinasi COVID-19 dengan beberapa kondisi. Seperti diketahui, kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang merupakan penyakit penyerta COVID-19. Pasien kanker yang dites positif COVID-19 lebih mungkin mengalami komplikasi parah yang dapat berujung pada kematian.

“Penderita kanker perlu mendapat suntikan vaksin COVID-19,” kata pakar penyakit dalam, dr Djumhana Atmakusuma, dalam webinar memperingati Hari Kanker Sedunia, Kamis (4/1). Kekebalan tubuh pada penderita kanker dikatakan berbeda dengan orang sehat lainnya. Kanker, lanjut Djumhana, menyebabkan kekebalan tubuh melemah. Karena itu, pasien kanker berisiko tinggi terkena infeksi SARS-CoV-2.

“Jadi permanen. Beberapa organ pada penderita PTM [termasuk kanker] berbeda dengan orang sehat, ”tambah Djumhana yang juga anggota Persatuan Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

Kanker sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan atau peradangan. Kanker, kata Djumhana, menyebabkan keluarnya sitokin yang akan menekan atau menekan kekebalan tubuh. Di saat yang sama, Covid-19 yang mengancam juga merupakan penyakit inflamasi yang menciptakan badai sitokin.

“Jadi bisa dibayangkan, kanker yang merupakan penyakit radang tersebut terkena dan bertemu dengan Covid-19 yang juga merupakan penyakit hiperinflamasi, risiko komplikasi dan kematian [pada pasien] akan tinggi, ”jelas Djumhana.

Namun pemberian vaksin kepada penderita kanker tidak bisa dilakukan sembarangan. Djumhana mengatakan, ada kondisi tertentu yang membuat pasien kanker tidak bisa mendapatkan vaksin.

“Penderita kanker bisa mendapatkan vaksin Covid-19, tapi dalam pengawasan medis. Artinya harus dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter yang merawat,” kata Djumhana. Dalam paparannya, Djumhana juga menyebutkan bahwa penderita kanker yang berhak mendapatkan vaksin Covid-19 adalah penderita kanker yang sudah mendapat remisi, antara lain:

1. Tumor padat yang telah menjalani operasi dan dinyatakan sembuh total.
2. Pasien kanker yang menerima kemoterapi lengkap dan menyatakan remisi lengkap.

Namun, pasien kanker tidak bisa langsung mendapatkan vaksin. Ada beberapa syarat tambahan yang harus dipenuhi pasien, seperti remisi total dan status imun yang baik.

Status kekebalan pasien kanker dapat ditentukan dengan memantau gejala sistemik pasien, kadar leukosit normal, dan tes laboratorium lainnya. Sedangkan jika pasien sedang menjalani kemoterapi aktif, pasien diminta untuk menyelesaikan enam siklus kemoterapi terlebih dahulu.

Djumhana juga memberikan catatan tentang jenis vaksin yang direkomendasikan. Semua vaksin, kecuali vaksin hidup dan vaksin vektor adenovirus, dapat diberikan kepada pasien kanker.

“Tapi ingat, vaksinasi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter dan dilakukan di rumah sakit atau pusat kanker,” pungkas Djumhana.

Sumber berita: CNN Indonesia.

Source