Penderita Alergi Parah, Vaksin Covid-19 Tidak Mendapat Dosis Kedua

Lima orang diamati memiliki alergi parah terhadap vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada Sabtu mengatakan sedang memantau laporan reaksi alergi terhadap vaksin Covid-19. CDC juga membuat rekomendasi tentang bagaimana orang dengan riwayat alergi berhubungan dengan vaksinasi Covid-19.

Siapa pun yang memiliki reaksi parah terhadap vaksin Covid-19 sebaiknya tidak menerima dosis kedua, kata CDC. Menurut definisi CDC, mereka yang menderita penyakit parah harus menggunakan obat ephineprine atau dirawat di rumah sakit.

Mereka yang mengalami reaksi alergi parah terhadap bahan vaksin Covid-19 harus menghindari formula vaksin yang mengandung bahan tersebut, menurut CDC. Dua vaksin telah disetujui di Amerika Serikat di bawah otorisasi penggunaan darurat.

Individu dengan riwayat reaksi alergi parah terhadap vaksin harus berkonsultasi dengan dokter mereka tentang vaksin Covid-19. CDC menyatakan bahwa orang dengan alergi parah terhadap makanan, hewan peliharaan, lateks, atau kondisi lingkungan, serta orang dengan alergi obat oral atau riwayat keluarga dengan reaksi alergi parah masih dapat divaksinasi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sedang menyelidiki sekitar lima reaksi alergi yang terjadi setelah peserta diberi vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech di AS minggu ini. FDA mengatakan Jumat bahwa vaksin Covid-19 Moderna, yang memiliki izin darurat untuk digunakan, tidak boleh diberikan kepada seseorang yang diketahui memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap salah satu komponen vaksin.

Regulator medis Inggris mengatakan bahwa siapa pun dengan riwayat anafilaksis atau reaksi alergi yang parah terhadap obat atau makanan tidak boleh diberi vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech.

sumber: Antara, Reuters

Source