Pemerintah meminta yayasan keluarga Soeharto hengkang dari TMII

Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Foto: Ricardo / JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno meminta Yayasan Harapan Kita yang dijalankan oleh keluarga Soeharto meninggalkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Pemerintah memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada yayasan tersebut.

“Dalam masa transisi, Yayasan Harapan Kita wajib menyampaikan laporan pelaksanaan dan hasil pengelolaan, serta penyerahan kendali dan pengelolaan TMII selambat-lambatnya tiga bulan setelah keluarnya Perpres 19/2021. tentang Manajemen TMII, “ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (7/4).

Langkah ini diambil setelah Kepala Negara Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Inti dari Perpres tersebut mengatur bahwa penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kementerian Negara, sekaligus menandai berakhirnya penguasaan dan pengelolaannya oleh Yayasan Harapan Kita.

Pratikno mengatakan, karyawan tetap yang selama ini bekerja di TMII diharapkan tetap bekerja seperti biasa selama masa transisi. Pemerintah juga memastikan bahwa karyawan terus mendapatkan hak finansial dan fasilitas lainnya sebagaimana adanya.

“Dan nantinya bisa diangkat menjadi karyawan di pengelola baru TMII,” kata Pratikno.

Pratikno mengatakan, pihaknya telah membentuk Tim Transisi yang bertugas mempersiapkan dan mengawasi pelaksanaan serah terima dan kepengurusan TMII hingga terbentuknya pengurus baru.

“Dalam masa transisi, operasional dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Source