Pemerintah Desa Sindangangin Ciamis Bicara Soal Inspeksi Jalan Rusak

Pemerintah Desa Sindangangin
Kondisi jalan inspeksi di wilayah perbatasan Desa Sidaharja-Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis rusak berat. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), – Pemerintah Desa Sindangangin, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis menanggapi warga yang melakukan penanaman pohon di jalan karena kecewa tidak mendapat perbaikan dari pemerintah.

Kepala Desa Sindangangin, An Suratman, membenarkan, jalan rusak parah itu berada di perbatasan antara Sindangangin dan Sidaharja, yang merambah kawasan Cigobang, Purwadadi.

Dia mengungkapkan, jalan tersebut merupakan jalur inspeksi yang kewenangannya berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Dulu ini sama dengan desa, tapi seiring berjalannya waktu, sekarang sama dengan BBWS,” ujarnya kepada HR Online, Rabu (7/4/2021).

baca juga: Aksi Tanam Pohon Pisang di Ciamis, Warga Kecewa Jalan Rusak Parah

Menurut Suratman, panjang jalan yang rusak parah itu sekitar 1,6 kilometer dan sudah berlangsung lama, sekitar 6 tahun.

Di jalur yang sama, lanjutnya, ada yang sudah bagus, tapi sisanya belum berangkat, yakni berjarak 1,6 kilometer.

Hingga saat ini, pihaknya belum melakukan upaya komunikasi dan koordinasi dengan BBWS. Ini karena dia baru saja menjabat sebagai Kepala Desa.

Meski begitu, karena banyak warga melaporkan telah menanam pohon di jalan, pihaknya akan segera mendorong agar dibangun secepatnya, tahun ini.

“Ini jalur yang sangat fatal. Kenapa begitu, karena ini salah satu faktor penunjang perekonomian masyarakat, baik yang melakukan aktivitas di sawah, pasar dan lain-lain. Kalau tidak lewat sini ya harus untuk memutarnya lebih jauh, ”tambahnya.

Pemerintah Desa Sindangangin pun berharap pemerintah melalui pihak terkait segera memperbaiki jalan yang rusak parah tahun ini.

Sebelumnya, warga pernah menanam pohon pisang karena jalur di perbatasan kedua desa tersebut rusak parah, apalagi saat hujan.

Selain aksi tersebut, mereka juga mengunggah foto dan video kondisi perjalanan ke media sosial. (Muhafid / R6 / HR-Online)

Source