Pembakaran Helikopter di Ilaga Papua Picu Adu KKB-TNI

Jakarta, CNN Indonesia –

Mabes Polri menyebut pembakaran helikopter diparkir di Apron Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (11/4) malam, dilakukan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Terbakarnya helikopter jenis cooper tersebut memicu baku tembak antara KKB dengan personel TNI-Polri. Pasukan TNI-Polri terus mengejar KKB yang melakukan penembakan dan pembakaran.

“Aparat keamanan TNI-Polri sudah mengetahui KKB yang melakukan aksi brutal tersebut, antara lain Prenggen Telenggen, Abu Bakar Kogoya, Lerymayu Telenggen, dan Numbuk Telenggen,” kata Kepala Humas Satgas Nemangkawi, Kombes Pol Iqbal Alqudusy, Senin (12/4).

Kronologi lengkap dari peristiwa pembakaran tersebut belum diketahui.

Ia mengatakan, polisi masih melakukan penelitian di lapangan untuk mengusut pembakaran helikopter tersebut.

Sebelumnya, kawasan Ilaga memanas akibat sejumlah insiden yang diduga dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Kamis (8/4). Saat itu, KKB diduga sebagai pelaku penembakan terhadap seorang guru Sekolah Dasar (SD) bernama Oktavianus Rayo sekitar pukul 09.50 WIB.

Keesokan harinya, KKB diduga menembak mati seorang guru SMPN bernama Yoanatan Renden di Kabupaten Boega.

Awalnya Yonatan mengendarai sepeda motor dengan kepala sekolah SMPN 1 Boega, JS. Keduanya sedang mencari terpal untuk menutupi jenazah guru SD Julukoma, Oktavianus Rayo. Kedua guru tersebut diduga menerima serangkaian tembakan saat mengemudi.

Terakhir, mereka diduga turut andil dalam pembakaran tiga sekolah yang berada di kawasan itu. Aksi tersebut diduga dilakukan oleh KKB yang dipimpin oleh Nau Waker alias Not So.

Berdasarkan keterangan polisi, Nau Waker mengambil tindakan saat hendak memenuhi undangan ketua KKB Legakak Telenggen untuk pergi ke Ilaga. Namun dalam perjalanannya mereka didesak oleh kehadiran aparat keamanan.

Belum ada keterangan dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang sering disebut oleh pihak berwajib sebagai KKB. CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi juru bicara TPNPB Sebby Sambom namun belum mendapat tanggapan.

(mjo / wis)

[Gambas:Video CNN]


Source