Pemalsuan Surat Tes Cepat Bongkar Muat di Surabaya, Bayar Rp. 100 Ribu Dapatkan Hasil Non-Reaktif

SURABAYA, KOMPAS.com – Praktik pemalsuan hasil rapid test dibongkar di Surabaya. Dengan membayar Rp 100.000, Anda sudah bisa mendapatkan sertifikat tes cepat dengan hasil non-reaktif tanpa harus melakukan tes.

Praktik ini dilakukan oleh komplotan yang beroperasi di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Mereka menawarkan surat hasil tes cepat Kepada calon penumpang kapal antar pulau sebagai syarat pembelian tiket untuk berangkat, ”kata Kapolsek Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Izin Dipalsukan Massa Agar Acara Berlangsung Meski Pandemi, Pemilik EO Ditangkap

Tiga komplotan telah ditangkap oleh Polisi Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Ketiganya adalah MR (55), BS (35), dan SH (46).

Menurut Ganis, MR adalah pemilik biro perjalanan, BS sebagai perantara, dan SH adalah pegawai Puskesmas yang berada di wilayah hukum Kepolisian Pelabuhan Tanjung Perak.

“Selain sebagai calo, BS sendiri bertugas menggandakan surat, memberi stempel, dan memalsukan tanda tangan dokter,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa surat tersebut diperoleh dari puskesmas di wilayah kerjanya.

“Kami akan selidiki nanti karena diduga melibatkan berbagai pihak seperti puskesmas dan biro perjalanan,” ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Pengunjung yang Lulus Ujian, Sri Sultan HB X Minta Pemkab Sediakan Tes Cepat Antigen

Praktik yang diakui pelaku telah berjalan selama 4 bulan terakhir ini, menurut Ganis, sangat berbahaya karena membuka kemungkinan penumpang tidak sehat bisa naik kapal.

“Bisa membahayakan penumpang lain jika pengguna email tes cepat gadungan itu benar-benar sakit atau malah terkena Covid-19, ”ujarnya.

Ketiganya ditahan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Mereka diancam dengan Pasal 263 (1) KUHP dengan ancaman 6 tahun penjara.

Source