Pelajari tentang Reinfeksi, 64 Korban Yang Tidak Sengaja Disuntik Virus COVID-19

Jakarta

Sebanyak 64 penyintas COVID-19 sehat berusia 18-30 tahun akan menjalani percobaan reinfeksi. Para peneliti melakukan ini karena mereka ingin mengungkap misteri mengapa survivor yang seharusnya memiliki kekebalan alami masih bisa tertular COVID-19 lagi.

Profesor Helen McShane dari Universitas Oxford menjelaskan bahwa virus Corona yang digunakan merupakan varian asli dari China. Para survivor akan disuntik dengan sedikit virus agar tidak menimbulkan gejala atau gejala yang ringan, kemudian diamati.

“Saat kita menginfeksi ulang partisipan, kita akan tahu persis bagaimana sistem kekebalan bereaksi terhadap infeksi pertama, bagaimana infeksi kedua terjadi, dan berapa banyak virus yang akhirnya berkembang,” kata Prof Helen seperti dikutip dari BBC, Selasa (20/4/2021).

“Selain meningkatkan pemahaman dasar, ini juga akan membantu kami merancang tes yang dapat memprediksi secara akurat apakah seseorang terlindungi dari virus atau tidak,” lanjutnya.

Peserta berencana menjalani karantina selama 17 hari. Tim dokter akan memberikan terapi antibodi jika nantinya seorang survivor menunjukkan gejala infeksi ulang.

Menonton video “Studi: Hanya 0,65% Pasien COVID-19 Yang Terinfeksi Ulang
[Gambas:Video 20detik]
(fds / fds)


Source