Pekerja Malaysia Berbagi Kisah Pengalaman Vaksinasi Singapura Halaman semua

SINGAPURA, KOMPAS.com – Pekerja Malaysia di Singapura sudah mulai divaksinasi Pfizer-BioNTech, vaksin Covid-19, media Malaysia melaporkan.

Seperti yang diberitakan Kompas.com Sebelumnya, banyak netizen Malaysia yang mengungkapkan betapa ‘cemburu’ mereka karena Singapura dan Indonesia sudah mendapat vaksin lebih dulu.

Namun, beberapa orang Malaysia yang tinggal di Singapura dan bekerja di sana tampaknya telah menerima vaksin tersebut. Yang sudah divaksinasi kemudian menceritakan pengalamannya.

Pengalaman mereka dibagikan di grup media sosial Facebook bertajuk ‘Malaysia-Singapore Border Crossers’.

Baca juga: Netizen Malaysia Iri dengan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dan Singapura Lebih Cepat

Dikutip dari BernamaSeorang warga Malaysia, Imra Astata Ibrahim mengaku tak segan-segan divaksinasi bersama 10 orang temannya.

Imra juga menjelaskan bahwa dirinya dan kawan-kawan telah diberikan informasi mengenai kemungkinan efek samping dari vaksin tersebut.

“Sejauh ini saya dan teman-teman dalam keadaan sehat setelah menerima suntikan. Baru di hari pertama, saya memang merasakan sedikit mati rasa dan nyeri di area suntikan,” kata Imra.

Imra menambahkan, ia menerima suntikan pertama pada 13 Januari dan akan menerima dosis kedua setelah 21 hari.

Ia juga berharap vaksin ini memudahkan siapa saja yang harus bolak-balik Johor, Malaysia, dan Singapura sehingga bisa memudahkan pergerakan penumpang yang divaksinasi.

Imra kini tinggal di rumah kontrakannya di Jurong West dan terakhir tiba di Singapura pada 24 September.

Baca juga: India menggunakan vaksin Covid-19 dalam negeri untuk vaksinasi massal mulai Juli

Pekerja migran adalah prioritas di Singapura

Menurut Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), sektor konstruksi, kelautan dan pengolahan serta pekerja migran termasuk dalam prioritas vaksinasi Covid-19.

Mereka semua sudah teridentifikasi sebagai pekerja yang memiliki risiko sangat tinggi menularkan Covid-19.

Pekerja migran di Singapura akan mendapatkan vaksin secara gratis, kata Menteri Luar Negeri Vivian Balakrishnan seperti dikutip CNCB Asia.

Menurut Vivian, “Dari perspektif profesional dan medis, manusia yang tinggal di Singapura adalah orang yang sama-sama berisiko tertular atau menulari orang lain. Jadi inilah alasan mengapa kami tidak melakukan diskriminasi atas dasar kebangsaan, bagi semua orang yang tinggal, hidup dan bekerja., di Singapura. “

Vivian menambahkan, “Kami telah mengumumkannya [bahwa vaksin] akan bebas. Untuk menjawab pertanyaan Anda tentang TKA [tenaga kerja asing], mereka akan memiliki akses ke vaksin dengan istilah yang sama dengan komunitas lokal kita, artinya gratis, dan prioritasnya adalah berdasarkan risiko dan kebutuhan. “

Baca juga: Terima Vaksin Covid-19, PM Singapura Serukan Warganya Vaksinasi

Source