PDB Terburuk Sejak Krismon 98, Asing Beli 5 Saham Ini!

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba merosot ke zona merah pasca pengumuman pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Data perdagangan mencatat IHSG dibuka berwarna hijau di level 6.136, namun setelah pengumuman kinerja PDB (produk domestik bruto) Indonesia, IHSG langsung merah. Pukul 09.25 WIB, IHSG terkoreksi 0,14% ke level 6.098.

Ada 166 saham yang naik, 203 saham turun, dan 158 saham stagnan, dengan nilai transaksi Rp 2,12 triliun.

Asing keluar dari bursa Indonesia dengan net jual Rp 86,49 miliar di pasar reguler. Namun, ada lima saham yang justru mampu menarik minat asing untuk masuk.

Beli Bersih Asing Teratas, Sesi Awal I, Jumat (5/2)

1. Bank BRI (BBRI), beli bersih Rp 17 miliar, saham -0,67% Rp 4.460

2. Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp5 miliar + 0,40% saham Rp6.300

3. United Tractors (UNTR), beli bersih Rp 3 miliar, saham + 1,01% Rp 22.575

4. Sarana Menara (TOWR), beli bersih Rp 2,5 Miliar, -0,49% saham Rp 1.025

5. Mayora (MYOR), beli bersih Rp 1,9 miliar, saham + 2,79% Rp 2.580

Pagi ini, pukul 09.00 WIB, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020. Sesuai dugaan, perekonomian negara tumbuh negatif alias berkontraksi.

Kepala BPS Suhariyanto, Jumat (5/2/2021) melaporkan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun lalu tumbuh -2,07%. Jauh lebih buruk dibanding 2019 yang tumbuh 5,02%.

Kontraksi ekonomi Indonesia terakhir kali terjadi pada tahun 1998. Saat itu, Indonesia sedang bergelut dengan krisis multi dimensi yang menyebabkan tumbangnya rezim Orde Baru setelah berkuasa lebih dari tiga dekade.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memprediksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 sebesar -2,1%. Ini pencapaian terburuk sejak 1998, ketika Indonesia bergulat dengan krisis multidimensi yang memicu jatuhnya rezim Orde Baru yang berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Setelah krisis ekonomi tahun 1997, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia turun (-13,16%) pada tahun 1998, tumbuh sedikit (0,62%) pada tahun 1999 dan setelah itu semakin membaik.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source